Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pojok Info»LC Asal Karawang Meninggal di Labuan Bajo, Keluarga Terima sebagai Musibah
Pojok Info

LC Asal Karawang Meninggal di Labuan Bajo, Keluarga Terima sebagai Musibah

By Redaksi5 Mei 20262 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Jenazah LC asal kerawang saat hendak dibawa ke Bandara untuk dipulangkan ke Kerawang, Jawa Barat, Selasa, 5 Mei 2026 (Foto: Dokumen Polres Mabar)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, VoxNTT.com – Seorang Lady Companion (LC) berinisial RR (24), warga Karawang, Jawa Barat, meninggal dunia di Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, pada Senin, 4 Mei 2026.

Kematian RR sempat memicu beragam spekulasi di tengah publik. Namun, pihak keluarga menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan tidak mengajukan keberatan.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Manggarai Barat, AKP Lufthi Darmawan Aditya, mengatakan keluarga korban telah menyampaikan sikap resmi kepada kepolisian.

“Pihak keluarga sudah membuat surat pernyataan yang isinya menerima dengan ikhlas kematian korban. Tidak ada komplain atau keberatan yang diajukan kepada kami sejauh ini,” ujarnya kepada VoxNtt.com, Selasa, 5 Mei 2026.

Secara terpisah, General Manager Le Dupar, Emanuel Jefanya, menyampaikan duka cita sekaligus meluruskan informasi yang beredar di masyarakat. Ia menegaskan korban meninggal bukan saat menjalankan pekerjaan.

“Peristiwa terjadi di tempat tinggal, bukan di tempat kerja. Saat itu almarhumah tidak sedang bertugas,” kata Emanuel dalam keterangan yang diterima VoxNtt.com, Selasa malam, 5 Mei 2026.

Menurut Emanuel, korban pertama kali mengeluh sesak napas pada Minggu, 3 Mei 2026 sekitar pukul 17.00 WITA di tempat tinggalnya. Rekan kerja korban kemudian melaporkan kondisi tersebut kepada manajemen yang segera memberikan pertolongan awal.

Kondisi korban sempat membaik, namun kembali memburuk pada malam hari sekitar pukul 21.00 WITA. Manajemen kemudian membawa korban ke RS Siloam Labuan Bajo untuk mendapatkan penanganan medis.

Di rumah sakit, korban masih dalam kondisi sadar dan sempat berkomunikasi. Namun, pada Senin pagi sekitar pukul 08.00 WITA, kondisi korban menurun drastis, mengalami kejang, dan tidak sadarkan diri hingga dipindahkan ke ruang intensif.

Sekitar pukul 09.14 WITA, tim medis menyatakan korban meninggal dunia. Berdasarkan keterangan rumah sakit, penyebab kematian adalah kegagalan fungsi jantung.

Emanuel menambahkan, manajemen Le Dupar menanggung seluruh biaya penanganan medis hingga pemulangan jenazah korban ke daerah asalnya di Karawang.

“Mulai dari biaya rumah sakit hingga pemulangan jenazah ke daerah asal, semuanya kami tanggung,” ujarnya.

Penulis: Sello Jome

Labuan Bajo Mabar Manggarai Barat
Previous ArticleKejati NTT Periksa Kuasa Hukum Hironimus Sonbay Terkait Dugaan Suap Jaksa
Next Article SAR Gabungan Masih Cari Bocah Tenggelam di Danau Rana Mese

Related Posts

Ketika Doa Menjadi Kekuatan bagi Penyintas Gempa

12 September 2026

JPIC OFM Perkuat Pemulihan Penyintas Gempa melalui Layanan Kesehatan dan Trauma Healing

10 September 2026

Gubernur NTT: Gempa Boleh Mengguncang, tapi Jangan sampai Ada Warga yang Tertinggal

9 September 2026
Terkini

Ketika Manusia Menghapus Wajah Sesamanya

13 September 2026

Pasien ODGJ Dipasung Selama Dua Tahun di Welak Akhirnya Dibebaskan

12 September 2026

Herman Musakabe Desak Kapolri Ungkap Tuntas Penembakan Tiga ASN di Jayawijaya

12 September 2026

Ketika Doa Menjadi Kekuatan bagi Penyintas Gempa

12 September 2026

Pekan Depan, Janda Muda Asal Ngada Jalani Sidang Perdana Dugaan Pencemaran Nama Baik

12 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.