Labuan Bajo, VoxNTT.com – Seorang Lady Companion (LC) berinisial RR (24), warga Karawang, Jawa Barat, meninggal dunia di Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, pada Senin, 4 Mei 2026.
Kematian RR sempat memicu beragam spekulasi di tengah publik. Namun, pihak keluarga menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan tidak mengajukan keberatan.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Manggarai Barat, AKP Lufthi Darmawan Aditya, mengatakan keluarga korban telah menyampaikan sikap resmi kepada kepolisian.
“Pihak keluarga sudah membuat surat pernyataan yang isinya menerima dengan ikhlas kematian korban. Tidak ada komplain atau keberatan yang diajukan kepada kami sejauh ini,” ujarnya kepada VoxNtt.com, Selasa, 5 Mei 2026.
Secara terpisah, General Manager Le Dupar, Emanuel Jefanya, menyampaikan duka cita sekaligus meluruskan informasi yang beredar di masyarakat. Ia menegaskan korban meninggal bukan saat menjalankan pekerjaan.
“Peristiwa terjadi di tempat tinggal, bukan di tempat kerja. Saat itu almarhumah tidak sedang bertugas,” kata Emanuel dalam keterangan yang diterima VoxNtt.com, Selasa malam, 5 Mei 2026.
Menurut Emanuel, korban pertama kali mengeluh sesak napas pada Minggu, 3 Mei 2026 sekitar pukul 17.00 WITA di tempat tinggalnya. Rekan kerja korban kemudian melaporkan kondisi tersebut kepada manajemen yang segera memberikan pertolongan awal.
Kondisi korban sempat membaik, namun kembali memburuk pada malam hari sekitar pukul 21.00 WITA. Manajemen kemudian membawa korban ke RS Siloam Labuan Bajo untuk mendapatkan penanganan medis.
Di rumah sakit, korban masih dalam kondisi sadar dan sempat berkomunikasi. Namun, pada Senin pagi sekitar pukul 08.00 WITA, kondisi korban menurun drastis, mengalami kejang, dan tidak sadarkan diri hingga dipindahkan ke ruang intensif.
Sekitar pukul 09.14 WITA, tim medis menyatakan korban meninggal dunia. Berdasarkan keterangan rumah sakit, penyebab kematian adalah kegagalan fungsi jantung.
Emanuel menambahkan, manajemen Le Dupar menanggung seluruh biaya penanganan medis hingga pemulangan jenazah korban ke daerah asalnya di Karawang.
“Mulai dari biaya rumah sakit hingga pemulangan jenazah ke daerah asal, semuanya kami tanggung,” ujarnya.
Penulis: Sello Jome

