Oleh: Rm. Inosensius Sutam
Alam itu adalah penolong dan penghibur kita. Melalui alam kita dapat melihat dan mengenal Tuhan. Kita di dalam alam, alam dalam kita, alam dan manusia dalam Tritunggal
(MInggu Paskah VI Tahun A; 10 Mei 2026; Kis 8:5-8.14-17; Mzm 66:1-3a.4-5.6-7a.16.20;R:1; 1 Ptr 3:15-18; Yoh 14:15-21)
1
Tritunggal Mahakudus yang merajut trikebajikan ilahi dan trikebijaksaan adalah mungkin benang merah bacaan hari ini.
2
Dalam bacaan pertama (Kis 15:22-31), sebuah pola yang berulang terkait penyebaran Firman yang terjadi secara alamiah: (a) ada penganiayaan di Yerusalem; (b) Filipus memberitakan Mesias di Samaria; (c) dengan metode/cara (i) lisan: berbicara dengan kata-kata, dan orang mendengar; (ii) tanda-tanda atau tindakan mukizat: mengusir roh jahat, sembuhkan orang lumpuh dan timpang, dan semua orang melihat hal itu.
3
(c) Dampak/akibat dari pemberitaan Filipus: (i) semua orang menerima secara bulat hati pemberitaan itu; (ii) semua orang bersukacita. (iii) semakin percaya dan teguh dalam iman; (iv). mereka menerima Roh Kudus, dan yang menerimakannya adalah para rasul Petrus dan Yohanes. (v) jumlah jemaat semakin banyak, Gereja semakin besar.
4
Bagaimanakah menghidupkan Roh Kudus secara pribadi dan bersama? Bacaan kedua memberikan kita panduan: (a) menguduskan Kristus dalam hati; (b) bersiap membagi pengharapan kepada sesama; (c) dengan cara: (i) lemah lembut, (ii) hormat; (iii) hati nurani yang murni; (iv) saleh kudus.
5
Apa dampak dari semua hal itu? (a) Orang yang berbuat jahat, orang yang memfitnah kita akan malu. (b) Kita mampu memegang prinsip hidup Kristus dan mengikutinya. (c) Apa isi prinsip itu: (i) Lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Kerajaan Allah, daripada menderita karena berbuat jahat. (ii) Kristus adalah orang benar, baik, tetapi Ia mati untuk orang salah dan buruk, untuk membawa mereka kepada Allah. (iii) Kristus dibunuh dalam keadaan manusia, mati demi dosa, tetapi bangkit dalam Roh.
6
Dengan mengikuti prinsip hidup Kristus, maka kita akan satu dalam kasih dan satu dalam Tritunggal. Itu yang disampaikan dalam bacaan injil hari ini. Satu dalam kasih berarti kasih kepada Tuhan dan kasih kepada sesama. Kasih adalah perintah Tuhan. Tanda kita taat pada perintah Tuhan adalah kasih kepadaNya dan kepada sesama: “Barang siapa mengasihi Aku, akan diksihi BapaKu, Aku akan mengasihi Dia”.
7
Kasih itu menghantar kepada kesatuan Tritunggal Mahakudus: Bapa, Putera, dan Roh Kudus. Kasih ini mengajak kita untuk : (i) menjadi satu dengan Bapa, Putera, dan Roh Kudus; (ii) menjadi satu dengan sama kita. “Aku di dalam Bapa, Bapa di dalam Aku, dan Aku di dalam kamu”.
8
Apa dampak kasih dan kesatuan dengan Tritunggal dan sesama? (i) kita mengenal dan melihat Bapa, Putra, dan Roh Kudus: mengenal berarati kita memperoleh jalan hidup yang benar. (ii) kita tidak menjadi yatim-piatu, karena Roh Kudus menjadi penolong dan kebenaran yang menyertai kita. (iii) kita hidup: Aku hidup dan kamu pun akan hidup.
9
Apa pesan bacaan hari ini?
Pertama, sumber dan prinsip hidup kita adalah Tritunggal Mahakudus: Bapa, Putera, dan Roh Kudus. Hidup yang benar adalah menjadi satu dengan Tritunggal dan sesama dalam kasih. Dengan itu, kita mengenal dan melihat Allah dalam hidup kita. Allah menyertai kita, walaupun kita dibenci oleh dunia ini dan sesama kita
10
Kedua, kesatuan, pengenalan akan Tritunggal itu terjadi dan memperkuat iman, pengharapan, dan kasih. Ketiganya kita kenal dengan trikebajikan ilahi/teologal yang menyebabkan kita akan menjadi satu dalam trikebjiksanaan hidup, yaitu kebenaran, kebaikan, dan keindahan.
11
Ketiga, kesatuan dalam Tritunggal dan Trikebajikan ilahi akan memampukan kita untuk mewartakan Firman Allah yang melawan semua kejahatan dunia ini, mengusir roh jahat, menyembuhkan orang sakit, dan memberikan sukacita hidup.
12
Keempat, nama-nama tempat seperti Yerusalem, Samaria. Satu dalam iman, harap, dan kasih dengan sesama dan Tritunggal Mahakudus menghantar kepada kesatuan dan kasih dengan lingkungan hidup kita. Alam itu adalah penolong dan penghibur kita. Melalui alam kita dapat melihat dan mengenal Tuhan. Kita di dalam alam, alam dalam kita, alam dan manusia dalam Tritunggal. Tritunggal dalam alam dan manusia dengan terang trikebajikan ilahi (iman, harapan, dan kasih) dan trikebijaksanaan manusia (kebenaran, kebaikan, dan keindahan).

