Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Keselamatan Wisata Bahari Labuan Bajo Dibahas, Delapan Langkah Strategis Disepakati
Regional NTT

Keselamatan Wisata Bahari Labuan Bajo Dibahas, Delapan Langkah Strategis Disepakati

By Redaksi13 Mei 20262 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Focus Group Discussion (FGD) dan Lokakarya Keselamatan Pelayaran Wisata Bahari di Resto Prima Rasa, Labuan Bajo, Rabu, 13 Mei 2026 (Foto: HO)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, VoxNTT.com – Para pemangku kepentingan sektor maritim dan pariwisata di Labuan Bajo menyepakati delapan langkah strategis untuk memperkuat keselamatan pelayaran wisata bahari dalam Focus Group Discussion (FGD) dan Lokakarya Keselamatan Pelayaran Wisata Bahari di Resto Prima Rasa, Labuan Bajo, Rabu, 13 Mei 2026.

FGD tersebut melibatkan KSOP Labuan Bajo, Basarnas, Porlasi, akademisi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), tour operator, travel agent, pelaku hospitality, hingga penyedia peralatan keselamatan laut.

Forum dipimpin regulator bersama akademisi maritim, termasuk Prof. Daniel Mohammad Rosyid dari ITS Surabaya. Kegiatan itu digelar sebagai respons atas meningkatnya aktivitas wisata laut di Labuan Bajo dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan data KSOP Kelas III Labuan Bajo yang dipaparkan dalam forum, jumlah kunjungan kapal meningkat dari 8.322 kunjungan pada 2021 menjadi 46.873 kunjungan kapal pada 2025.

Peserta FGD menilai pertumbuhan sektor wisata bahari tersebut berdampak positif terhadap ekonomi daerah. Namun, peningkatan jumlah kapal wisata dan wisatawan juga dinilai memperbesar risiko kecelakaan laut apabila tidak diimbangi penguatan standar keselamatan pelayaran.

Dalam forum itu, peserta menyepakati delapan poin utama untuk memperkuat budaya keselamatan wisata bahari di Labuan Bajo. Pertama, peningkatan kelayakan kapal wisata bahari. Kedua, penguatan kompetensi sumber daya manusia dan anak buah kapal melalui pelatihan, termasuk survival training.

Ketiga, memperkuat sinergi antara regulator dan operator wisata laut. Keempat, memperkuat infrastruktur keselamatan pelayaran. Kelima, menegakkan regulasi keselamatan secara konsisten, termasuk contingency plan.

Keenam, travel agent perlu memahami kondisi lapangan dan cuaca perairan. Ketujuh, memperkuat komunikasi lintas sektor. Kedelapan, memastikan anak buah kapal memiliki hubungan kerja yang jelas melalui Perjanjian Kerja Laut atau PKL.

Selain itu, forum juga menyepakati pembentukan Stakeholders Forum sebagai wadah komunikasi tetap antar pemangku kepentingan keselamatan pelayaran di Labuan Bajo.

Forum tersebut diharapkan menjadi ruang koordinasi bersama untuk membangun budaya keselamatan laut yang lebih kuat dan berkelanjutan di kawasan destinasi super prioritas tersebut.

Salah satu peserta FGD mengatakan keselamatan pelayaran harus dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi keberlanjutan pariwisata Labuan Bajo.

“Wisatawan datang ke Labuan Bajo untuk menikmati keindahan laut dan alamnya. Karena itu, keselamatan harus menjadi prioritas utama semua pihak,” ungkap salah satu peserta diskusi.

FGD itu juga menjadi ruang memperkuat koordinasi antara pemerintah, operator kapal wisata, pelaku pariwisata, akademisi, dan masyarakat maritim dalam menghadapi pertumbuhan sektor wisata bahari di Labuan Bajo yang terus meningkat. [VoN]

Labuan Bajo Mabar Manggarai Barat
Previous ArticleWarga Manggarai Ditangkap Pemburu Hantu karena Diduga Mencuri
Next Article KPPN Ruteng Salurkan Dana BOK Puskesmas Tahap I 2026 Sebesar Rp24,27 Miliar

Related Posts

Kebakaran Hanguskan Kantor UPTD BKKBN Boleng, Polisi Selidiki Dugaan Korsleting Listrik

17 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.