(Minggu Pentekosta Tahun A; 24 Mei 2026; Kis 2:1-11; Mzm 104:1ab.24ac.29c.30.31.34; R. lh 30; 1 Kor 12:3b-7.12-13; Yoh 20:19-23)
Roh Kudus adalah kekuatan yang hadir secara riil sebagai kekuatan ekologis dan kosmologis. Bacaan hari ini menyinggung tentang (i) bumi di mana terdapat rumah, kota (Yerusalem), dan wilayah 14 suku bangsa; (ii) air yang digunakan untuk membaptis dan minum dalam Roh; (iii) angin yang menjadi sumber nafas hidup; (iv) api yang menghangatkan, menerangi; (v) langit dari mana sumber berkat datang, dan ke mana semua kembali.
Oleh: Rm. Inosensius Sutam
1
Roh Kudus yang Merajut Persatuan, Transformasi, dan Hidup Baru
Roh Kudus sering dijuluki Allah yang dilupakan, tetapi seturut Sabda Yesus sendiri, Dialah yang membuat segalan Sabda dan tindakan Yesus diingat. Dialah yang memanggil, mempersatukan, mengutus, mengubah/mentransformasi, dan memberi hidup baru. Dia hadir dalam diri manusia dan semua ciptaan
2
Roh Kudus Turun Atas Para Rasul
Bacaan kedua hari ini mencatat lima hal besar :
(a) Peristiwa pentekosta terjadi di Yerusalem, yang adalah (i) pusat kehidupan religius, politik, ekonomi, kultural, dan sosial orang Yahudi. Dia mengumpulkan semua orang dari semua suku bangsa. Roh Kudus turun pada pusat, sebagaimana lidah api hinggap di atas kepala para rasul demikian juga, lidah api itu hinggap pada kepala kehidupan sosial seperti kota Yerusalem untuk dialirkan ke semua tempat lain. (ii) Yerusalem dan nama 14 suku bangsa yang disebut dalam peristiwa pentekosta adalah nama geografi dan demografi berbasis tanah atau bumi. Pentekosta terjadi dalam ruang dan waktu. Roh Kudus menyucikan bumi, ruang hidup manusia.
3
(b) Para rasul dan pengikut Tuhan berada bersama dalam sebuah komunio: mereka berada dan duduk bersama di suatu tempat/rumah. Roh Kudus menyapa secara bersama dalam kesatuan tetapi juga secara masing-masing individu.
4
(c) Tanda-tanda turunnya Roh Kudus:
(i) Ada bunyi dari langit: artinya, ini sebuah kekuatan besar, tapi juga ajakan untuk “berbunyi” atau bersuara tentang hal-hal dari atas, dari langit dan surga, bukan dari dunia bawah, dari bumi
(ii) seperti angin keras: artinya, (i) sebuah kekuatan yang memberi nafas kehidupan, pertumbuhan, tetapi juga mematikan jika tidak searah dengannya. (ii) kekuatan yang selalu dinamis dan bergerak memasuki semua lorong kehidupan.
(iii) Lidah-lidah api bertebaran di kepala para rasul: artinya kekuatan yang menghangatkan, mengusir rasa dingin, menerangi, mengubah sesuatu lebih bermanfaat (memasak, menggembleng logam, dll.), kekuatan yang mengusir roh jahat, membakar sampah yang tidak perlu, dll.
5
Mewartakan Karya Allah dalam Berbagai Bahasa
(d) Hasilnya: para rasul berbicara bahasa lain seperti yang diilhami Roh Kudus untuk dikatakan: artinya karunia berbahasa banyak itu (multilinguistik) bukan gossip, fitnah, atau pewartaan diri tetapi pewartaan tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan oleh Allah.
6
Mendengar Undangan, Berkumpul Bersama, dan Atasi Kebingungan
(e) Tanggapan orang saat peristiwa pentekosta:
(i) mendengar bunyi itu: artinya peristiwa itu bukan bersifat eksklusif untuk para rasul saja. Bunyi itu adalah sebuah undangan, sebuah panggilan terbuka untuk semua orang.
(ii) Mereka berkerumun/berkumpul: artinya, pertama, peristiwa ini mempersatukan semua orang yang datang dari berbagai suku: ada14 suku bangsa yang menyaksikan peristiwa itu; kedua, peristiwa itu bersifat universal melampaui batas-batas suku, bahasa, bangsa, dan Negara; ketiga, menghormati perbedaan sambil membangun persatuan: unus in pluribus, bhinneka tunggal ika.
(iii) Mereka bingung karena mereka mendengar para rasul berbicara bahasa daerah dari mana mereka berasal, padahal mereka orang Galilea. Artinya, orang asing dari satu daerah mengerti bahasa lain yang mereka tidak pelajari; apalagi para rasul itu orang Galilea daerah agak terpencil dan bukan orang terpelajar.
7
Satu dalam Banyak, Banyak dalam Satu: Semuanya untuk Satu Tubuh
Dalam bacaan kedua, Paulus menandaskan beberapa hal penting:
(a) Hanya dalam Roh Kudus kita dapat mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan: transformasi/transubstansi iman
(b) Pusat dan dasar dari karya Roh adalah satu dalam perbedaan: (i) rupa-rupa karunia tetapi satu Roh; (ii) rupa-rupa pelayan tapi satu Tuhan; (iii) ada berbagai perbuatan ajaib tetapi satu Allah yang mengerjakan semua hal pada semua orang; (iv) ada banyak anggota tubuh tapi hanya satu badan; (v) semua orang datang dari berbagai suku bangsa (Yunani, Yahudi) dan status sosial (budak, orang merdeka) dibaptis dalam satu Roh jadi satu tubuh dan diberi minum dari satu tubuh.
8
(c) Tujuan akhir dari semua perbedaan karisma/bakat/talenta adalah kepentingan bersama: anggota kuat maka tubuh/persekutuan kuat, anggota lemah maka seluruh tubuh menjadi lumpuh.
9
Mengubah Duka Menjadi Sukacita
Injil Yohanes mulai kisahnya dengan (a) hal yang duka yang menyusahkan: (i) Yesus disalibkan; (ii) malam hari; (iii) berkumpul di satu rumah dengan pintu terkunci karena takut kepada orang Yahudi.
10
(b) Tetapi kemudian situasi duka berubah menjadi sukacita karena (i) Yesus hadir di tengah mereka sambil menunjukkan tangan dan lambungNya sebagai bukti sekaligus sebagai jaminan; (ii) Yesus berkata dan bertindak: “Damai sejahtera bagimu”; (iii) Bapa mengutus Yesus, Yesus mengutus para rasul; (iv) Ia menghembusi mereka sambil berkata “Terimalah Roh Kudus”. (v) Yesus memberi kuasa untuk mengampuni dosa.
11
Siapakah Roh Kudus?
Pesan bacaan hari berpusat pada Roh Kudus. Siapakah Roh Kudus?
Pertama, Roh Kudus adalah kekuatan ilahi yang memanggil (vocatio), mempersatukan/membangun persektuan (communio, koinonia), dan mengutus kita (missio). Bunyi kedatang Roh Kudus adalah panggilan/undangan (vocation). Roh Kudus dan Yesus yang menghembuskanNya hadir para rasul yang berkumpul bersama; Roh Kudus hadir di Yerusalem saat 14 suku bangsa berkumpul. Semua menjadi satu tubuh dalam perbedaan (communio). Dalam kekuatan Roh Kudus, para rasul diutus dan dengan itu mengambil bagian dalam perutusan Tritunggal Mahakudus (missio).
12
Kedua, Roh Kudus adalah kekuatan ilahi yang mengubah, mengtransformasi, mengtransubstansi, dan menguduskan: (i) Ia mengubah perspektif manusiawi ke ilahi: Yesus diakui sebagai Tuhan; (ii) mengubah duka menjadi sukacita, mengubah ketakutan menjadi keberanian; (iii) mengubah keberadaan dosa menjadi kebaikan dan kekudusan. Kekuatan yang mengubah ini bersifat sacramental. Bacaan hari ini memperlihatkan paling kurang tiga sakramen: baptis, pertobatan/rekonsiliasi, dan krisma.
13
Ketiga, Roh Kudus adalah kekuatan yang hadir secara ril sebagai kekuatan ekologis dan kosmologis. Bacaan hari ini menyinggung tentang (i) bumi di mana terdapat rumah, kota (Yerusalem), dan wilayah 14 suku bangsa; (ii) air yang digunakan untuk membaptis dan minum dalam Roh; (iii) angin yang menjadi sumber nafas hidup; (iv) api yang memberi kehangatan, mengubah, dan mengusir/menghilangkan kekuatan jahat; (v) langit dari mana sumber berkat datang, dan ke mana semua kembali. Lima hal ini persis menjadi kekuatan ekologis dan kosmologis masyarakat tradisional, termasuk orang Manggarai. Hidup dalam Roh Kudus berarti merawat bumi, air sumber hidup, api yang menerangi, dan membersihkan/mencerahkan udara dan langit dari polusi.
14
Keempat, Roh Kudus adalah kekuatan ilahi yang sering dilupakan namun Dia hadir dalam semua supaya segalanya diingat, diketahui, dan dicintai.

