Mbay, Vox NTT – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, melanjutkan kunjungan kerjanya ke Desa Waekokak, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, untuk meninjau tambak garam dan areal persawahan pada Kamis, 3 April 2025.
Melki berdialog dengan masyarakat dan mendengarkan masukan serta aspirasi mereka.
“Kehadiran kami di tambak garam milik PT. Cheetam di Nagekeo untuk memastikan garam di NTT menjadi penggerak ekonomi di Kabupaten Nagekeo, Sabu Raijua, Sumba, dan Rote,” ujar Melki.
Industri garam di NTT, menurutnya, memiliki potensi yang sangat bagus dan telah mendapat dukungan penuh dari Kepala Bappenas.
“Kami juga mendorong Desa Waekokak untuk menjadi lumbung pangan NTT. Daerah ini memiliki potensi luar biasa dengan lahan luas dan subur, serta ketersediaan air yang cukup,” kata Melki.
Selain itu, ia didampingi Bupati Nagekeo Simplisius Donatus, Wakil Bupati Gonzalo Gratianus Muga Sada, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan, Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT Robi Bapa, Sekda Nagekeo Lukas Mere, dan Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo Syafar Laga Rema, meninjau lokasi pembangunan Waduk Mbay Lambo di Desa Rendubutowe, Kecamatan Aesesa Selatan.
Waduk Mbay Lambo memiliki luas genangan 499,5 hektare dengan kapasitas 51,74 juta meter kubik.
Proyek ini direncanakan selesai pada akhir 2025 dan akan memberikan manfaat irigasi terhadap 5.898,6 hektare lahan pertanian.
Selain itu, bendungan ini juga akan menyediakan air baku sebanyak 205 liter per detik dan mengendalikan banjir dengan debit 283,33 meter kubik per detik di daerah hilir Kecamatan Aesesa.
“Kehadiran bendungan ini sebagai salah satu infrastruktur strategis yang dapat menjadi penopang utama untuk kebutuhan sarana air, terutama untuk peningkatan produktivitas pangan dalam rangka mendukung swasembada pangan di Kabupaten Nagekeo,” jelas Melki.
Ia menekankan bahwa pembangunan bendungan bersama irigasinya merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk ketahanan pangan dan kedaulatan pangan.
“Kita harapkan nanti dengan selesainya pembangunan Bendungan Mbay Lambo ini, produksi beras di Kabupaten Nagekeo bisa meningkat hingga dua kali lipat,” ujar Melki. [VoN]