Labuan Bajo, VoxNTT.com – Suasana sejuk menyelimuti Stasi Pau, sebuah komunitas umat Katolik yang terletak di Desa Pau, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Di tengah panorama alam yang menawan, berdiri sebuah bangunan sederhana berdinding kayu dan berlantai semen kasar Kapela Stasi Pau, tempat umat setempat menambatkan harapan dan merayakan iman.
Stasi Pau merupakan bagian dari Paroki St. Nikolaus Pacar yang berdiri sejak 2022. Kehadirannya menjawab kebutuhan pastoral umat yang mendambakan pendampingan rohani di tengah kehidupan mereka yang sederhana.
Namun, keterbatasan sarana dan prasarana menjadi tantangan nyata. “Bangunan kapela kami hanya berdindingkan kayu dan beralaskan semen kasar. Saat hujan, air sering masuk ke dalam, membuat kami kesulitan berdoa dengan nyaman,” ungkap Ketua Dewan Stasi Pau, Silvester Vian pada Jumat, 20 Juni 2025.
Tak hanya bangunan yang belum memadai, perlengkapan liturgi di kapela juga sangat terbatas. Kapela ini belum memiliki salib, piala misa, sibori, maupun perlengkapan ibadah lainnya yang memadai.
Kondisi ini, kata Vian, tidak terlepas dari situasi ekonomi umat yang mayoritas berprofesi sebagai petani dengan penghasilan tak menentu.
“Itu menjadi tantangan besar bagi kami untuk membangun kapela yang layak,” ujarnya.

Meski begitu, keterbatasan tak mengurangi semangat umat dalam menjalankan aktivitas rohani dan membangun kehidupan menggereja yang hidup.
Mereka tetap rutin berkumpul untuk berdoa, merayakan liturgi, dan menjaga semangat kebersamaan.
“Kami sangat berharap ada bantuan dari masyarakat luas. Kami ingin memiliki kapela yang layak, tempat kami bisa berdoa dengan khusyuk dan nyaman,” kata Vian penuh harap.
Dengan iman dan kebersamaan, umat Stasi Pau terus berjuang mewujudkan kapela yang lebih baik.
Dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan agar harapan mereka tidak sekadar menjadi doa, tetapi dapat menjadi kenyataan.
Kontributor: Andra Geraldo
Siswa SMAK Seminari St. Yohanes Paulus II Labuan Bajo

