Kupang, VoxNTT.com – Sebanyak 111 pelajar di SMP Negeri 08, Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang diduga mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin, 21 Juli 2025. Peristiwa tersebut terjadi pada pagi hari Selasa, 22 Juli, sekitar pukul 07.30 Wita.
Kepala SMPN 08, Dra. Maria Th. Rosalina S. Lana dalam keterangannya menyatakan bahwa awalnya banyak siswa yang mengajukan izin untuk pergi ke toilet, dan jumlahnya semakin banyak seiring waktu.
“Ada yang muntah-muntah,” ujarnya.
Melihat jumlah siswa yang semakin banyak mengeluhkan sakit perut, pihak sekolah segera melakukan evakuasi.
“Sekolah langsung melakukan evakuasi terhadap siswa yang mengeluhkan sakit perut, menggunakan mobil ambulans dari Dinas Kesehatan Kota Kupang, BPBD Kota Kupang ke beberapa rumah sakit, seperti RS Siloam, RS SK Lerik, dan RS Mamami,” jelas Maria.
Menurut informasi, makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan adalah menu MBG yang terdiri dari nasi, rendang, tahu, sayur buncis, dan bunga pepaya, yang dibagikan kepada siswa pada pukul 10.00 Wita, Senin, 21 Juli. Beberapa siswa melaporkan bahwa mereka mencium aroma yang tidak sedap dari sayuran dan daging rendang yang sudah berbusa.
Hingga kini, jumlah siswa yang dilaporkan mengeluhkan sakit perut dan sedang dalam perawatan di rumah sakit berjumlah 111 orang. Penyebab pasti keracunan masih dalam penyelidikan pihak berwenang, namun dugaan sementara mengarah pada makanan yang telah dikonsumsi.
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, turun langsung ke rumah sakit untuk memastikan penanganan medis terhadap para siswa.
Ia mengunjungi sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk RS Siloam, RS Mamami, dan RSUD S.K. Lerik, serta berdialog langsung dengan beberapa siswa yang tengah menjalani perawatan.
“Makannya dari kemarin, kan?” tanya dr. Christian kepada beberapa siswa yang sedang dirawat.
Para siswa mengaku mulai merasakan gejala keracunan sejak Senin malam, dengan keluhan mual, sakit perut, diare, dan muntah-muntah.
Meski penyebab pasti keracunan belum diketahui, Christian mengapresiasi upaya dokter dan tenaga medis yang telah sigap menangani para korban.
“Terima kasih ya, dok,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga memberikan imbauan kepada para siswa untuk berhati-hati dalam memilih makanan.
“Jangan makan yang pedas-pedas dulu, ya,” pesan dr. Christian.
Ia menambahkan, Dinas Kesehatan Kota Kupang masih melakukan investigasi lebih lanjut terkait makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan massal tersebut.
Sejauh ini, Christian mengungkapkan bahwa jumlah siswa yang mengalami gejala keracunan kemungkinan bisa lebih dari 200 orang.
“Kurang lebih sudah mencapai 200 orang,” ujarnya.
Penulis: Ronis Natom

