Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»111 Pelajar SMPN 08 Kota Kupang Diduga Keracunan Makanan, Wali Kota Kupang Terjun Langsung ke Lokasi
KESEHATAN

111 Pelajar SMPN 08 Kota Kupang Diduga Keracunan Makanan, Wali Kota Kupang Terjun Langsung ke Lokasi

By Redaksi22 Juli 20252 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo memantau langsung perawatan siswa yang keracunan MBG (Foto: HO)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, VoxNTT.com – Sebanyak 111 pelajar di SMP Negeri 08, Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang diduga mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin, 21 Juli 2025. Peristiwa tersebut terjadi pada pagi hari Selasa, 22 Juli, sekitar pukul 07.30 Wita.

Kepala SMPN 08, Dra. Maria Th. Rosalina S. Lana dalam keterangannya menyatakan bahwa awalnya banyak siswa yang mengajukan izin untuk pergi ke toilet, dan jumlahnya semakin banyak seiring waktu.

“Ada yang muntah-muntah,” ujarnya.

Melihat jumlah siswa yang semakin banyak mengeluhkan sakit perut, pihak sekolah segera melakukan evakuasi.

“Sekolah langsung melakukan evakuasi terhadap siswa yang mengeluhkan sakit perut, menggunakan mobil ambulans dari Dinas Kesehatan Kota Kupang, BPBD Kota Kupang ke beberapa rumah sakit, seperti RS Siloam, RS SK Lerik, dan RS Mamami,” jelas Maria.

Menurut informasi, makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan adalah menu MBG yang terdiri dari nasi, rendang, tahu, sayur buncis, dan bunga pepaya, yang dibagikan kepada siswa pada pukul 10.00 Wita, Senin, 21 Juli. Beberapa siswa melaporkan bahwa mereka mencium aroma yang tidak sedap dari sayuran dan daging rendang yang sudah berbusa.

Hingga kini, jumlah siswa yang dilaporkan mengeluhkan sakit perut dan sedang dalam perawatan di rumah sakit berjumlah 111 orang. Penyebab pasti keracunan masih dalam penyelidikan pihak berwenang, namun dugaan sementara mengarah pada makanan yang telah dikonsumsi.

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, turun langsung ke rumah sakit untuk memastikan penanganan medis terhadap para siswa.

Ia mengunjungi sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk RS Siloam, RS Mamami, dan RSUD S.K. Lerik, serta berdialog langsung dengan beberapa siswa yang tengah menjalani perawatan.

“Makannya dari kemarin, kan?” tanya dr. Christian kepada beberapa siswa yang sedang dirawat.

Para siswa mengaku mulai merasakan gejala keracunan sejak Senin malam, dengan keluhan mual, sakit perut, diare, dan muntah-muntah.

Meski penyebab pasti keracunan belum diketahui, Christian mengapresiasi upaya dokter dan tenaga medis yang telah sigap menangani para korban.

“Terima kasih ya, dok,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga memberikan imbauan kepada para siswa untuk berhati-hati dalam memilih makanan.

“Jangan makan yang pedas-pedas dulu, ya,” pesan dr. Christian.

Ia menambahkan, Dinas Kesehatan Kota Kupang masih melakukan investigasi lebih lanjut terkait makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan massal tersebut.

Sejauh ini, Christian mengungkapkan bahwa jumlah siswa yang mengalami gejala keracunan kemungkinan bisa lebih dari 200 orang.

“Kurang lebih sudah mencapai 200 orang,” ujarnya.

Penulis: Ronis Natom

Christian Widodo Kota Kupang Program Makan Bergizi Gratis SMP Negeri 8 Kota Kupang SMPN 08 Kota Kupang Wali Kota Kupang
Previous ArticlePuluhan Siswa SMP Negeri 8 Kota Kupang Diduga Keracunan Makanan Bergizi Gratis
Next Article ODGJ Pembakar Rumah di Karot Ruteng Kembali ke Tengah Keluarga dengan Kondisi Sehat

Related Posts

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.