Kupang, VoxNTT.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) menggelar Rapat Koordinasi Percepatan Implementasi Program Pemerintah Pusat di Aula El Eltari, Rabu, 6 Agustus 2025.
Rapat ini dihadiri oleh seluruh Wali Kota dan Bupati se-NTT serta sejumlah pejabat tinggi dari kementerian terkait.
Dalam sambutannya, Gubernur NTT, Melki Laka Lena, mengungkapkan pentingnya koordinasi dalam percepatan program-program pemerintah pusat di daerah.
“Hingga Selasa petang, kami terus berkoordinasi dengan beberapa wakil menteri yang hadir, beberapa menteri sebetulnya ingin sekali hadir langsung untuk melakukan rapat koordinasi secara langsung,” ujar Gubernur Melki.
Di antara sejumlah wakil menteri yang hadir secara langsung dalam rapat tersebut adalah Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Wakil Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Haryomo Dwi Putranto.
Sementara itu, Wali Kota Kupang dan para Bupati se-NTT juga turut hadir dan mengikuti kegiatan yang dibagi dalam beberapa sesi tersebut.
Arahan Menkes RI
Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, yang mengikuti rapat secara daring, menyampaikan bahwa fokus utama pemerintah pusat saat ini adalah sektor kesehatan dan pendidikan.
Menurut Budi, pemerintah berupaya mengalokasikan anggaran untuk program-program yang berkaitan dengan kedua sektor tersebut.
“Yang paling penting adalah menjaga masyarakat agar tetap sehat. Baru kemudian strategi kedua mengobati masyarakat yang sakit. Banyak selama ini fokus kita pada program menangani orang sakit,” paparnya.
Menkes Budi juga menekankan pentingnya pendekatan promotif dan preventif dalam sektor kesehatan.
Ia mengatakan, “mendidik masyarakat tetap sehat. Mengubah gaya hidup. Sebagian besar waktu kita dan anggaran digeser ke promotif dan preventif,” tukasnya.
Acara rapat koordinasi ini dibuka secara langsung oleh Gubernur NTT, Melki Laka Lena.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Melki juga menyampaikan bahwa beberapa menteri dijadwalkan hadir langsung di NTT, namun karena adanya rapat mendadak dengan Presiden Prabowo, beberapa menteri tidak dapat hadir secara fisik.
Penulis: Ronis Natom

