Mbay, VoxNTT.com – Memasuki hari ke-8, pascabanjir bandang yang melanda Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Selasa 16 September 2025, Kali Lowo Koke kembali meluap.
Luapan air sungai tersebut mulai menggerus timbunan material pasir yang sebelumnya dipakai sebagai badan jalan darurat. Akibatnya, akses transportasi bagi warga dan pengguna jalan terancam kembali terputus.
Anggota TNI-Polri yang bertugas di lokasi masih berjibaku membantu warga, baik dengan menuntun pelintas perorangan maupun mendorong kendaraan roda dua yang terjebak banjir.
Menjelang siang, Kecamatan Mauponggo kembali diguyur hujan dengan intensitas sedang. Debit air di Kali Lowo Koke pun kembali membesar, sementara kawasan Gunung Ebulobo yang menjadi daerah tangkapan air masih diselimuti kabut tebal.
Menurut Adrianus Ngala, relawan kemanusiaan, akses jalan darurat kini sudah kembali terputus. Petugas melarang warga yang memaksa untuk melintasi Sungai
“untuk keamanan dan keselamatan, alat berat sudah keluar semua,” ujarnya.
Sementara itu, Basarnas secara resmi telah mengakhiri upaya pencarian terhadap tiga korban yang hingga saat ini masih dinyatakan hilang.
Dengan demikian, hingga hari kedelapan pasca bencana, total korban hilang dan meninggal dunia tercatat sebanyak 9 orang.
Di sisi lain, dua orang korban banjir bandang yang mengalami luka serius saat ini sudah dirujuk ke RSUD Aeramo untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Penulis: Patrianus Meo Djawa

