Mbay, VoxNTT.com – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagekeo, Agustinus Pone, dilaporkan mengalami penurunan kondisi kesehatan dan saat ini tengah menjalani perawatan medis di Puskesmas Mauponggo.
Selain Agustinus, tiga staf BPBD Nagekeo dan seorang staf BPBD Ende juga mendapatkan penanganan medis akibat gejala serupa.
Dua staf BPBD Nagekeo, Wilhelmus Langi (43) dan Arkadius Kapa (30), yang bertugas sebagai pengemudi kendaraan tangki, mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan sejak Selasa pagi, 16 September 2025. Keduanya kemudian dilarikan ke Puskesmas Mauponggo dan masih menjalani perawatan hingga malam hari.
Sementara itu, Agus Saleh (55), staf BPBD Ende, telah lebih dulu dirawat di Puskesmas Boawae pada hari sebelumnya.

Salah seorang tenaga medis yang menangani para pasien menyatakan, gejala yang dialami oleh para petugas disebabkan oleh kelelahan setelah bertugas di lapangan selama beberapa hari.
“Yang dari Ende awalnya diduga gejala asam urat, tetapi setelah diperiksa ternyata kelemahan akibat kelelahan,” ujarnya.
Di tengah kondisi ini, operasi penanganan pascabanjir bandang di Kabupaten Nagekeo terus berlanjut. Hingga hari kedelapan pascakejadian, masih terdapat tiga korban jiwa yang belum ditemukan.
Tim SAR Gabungan telah menghentikan upaya pencarian setelah melakukan operasi selama tujuh hari secara maksimal.
Sementara itu, berbagai dinas teknis tetap menjalankan tugasnya melakukan analisis kerugian akibat bencana, di antaranya Dinas PUPR, Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Perumahan dan Tata Kota, Dinas Pertanian, Dinas Peternakan, serta BLUD SPAM.
Dinas PUPR secara khusus masih melanjutkan pembangunan jembatan darurat Teo Dhae 1 dan Teo Dhae 2 melalui pemasangan bronjong dan perakitan jembatan bailey.
Di sisi lain, BPBD Nagekeo bersama pihak ketiga juga terus melakukan pembersihan material longsor di sejumlah ruas jalan, antara lain Sawu–Mulakoli, Maukeli–Boloroga, Boloroga–Wolo Co’o, Aewoe–Wayupea, serta Mauponggo–Pu’u Wada.
Penulis: Patrianus Meo Djawa

