Ruteng, VoxNTT.com – Umat Stasi St. Padre Pio Kenda-Kaweng, Paroki St. Fransiskus Assisi Karot, patut bersukacita karena harapan mereka untuk memiliki gereja baru yang layak semakin mendekati kenyataan. Sukacita ini ditandai dengan pelaksanaan ritual adat “Hese Ngando” pada Rabu 17 September 2025, sebagai bagian dari proses pembangunan gereja stasi yang kini tengah berlangsung.
Ketua Panitia Pembangunan Gereja, Jeff Aquino mengatakan, proses pembangunan gereja ini dilakukan secara bertahap, menyesuaikan dengan kemampuan umat.
“Pembangunan gereja ini telah berjalan selama tiga tahun. Bersyukur sudah sampai di tahap ini. Pemasangan atap gereja secara keseluruhan telah rampung, dan kami segera mengerjakan pekerjaan yang sisa, khususnya tembok dinding serta kemudian lantainya. Secara keseluruhan, progres pembangunan gereja ini sudah mencapai 70 persen,” kata Jeff.
Ia menambahkan, ritual adat Hese Ngando merupakan ungkapan syukur atas pencapaian tersebut, sekaligus menjadi simbol peresmian tiang sentral bangunan, penyanggah utama yang menghubungkan atap dengan keseluruhan struktur gereja.
Ketua Stasi Kenda-Kaweng, Fridolinus Beong Ngitung juga tidak dapat menyembunyikan kegembiraannya atas progres pembangunan gereja tersebut.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh umat yang telah bersatu dalam semangat iman dan gotong royong demi mewujudkan rumah ibadah bersama.
“Ini semua wujud dari iman dan kesatuan umat. Ada tantangan dalam perjalanan, namun semua itu bisa diatasi karena kami tetap satu,” katanya.
Lebih lanjut, Fridolin menyebut pembangunan gereja ini sebagai buah dari persatuan dan pengorbanan seluruh umat stasi.
Selama tiga tahun terakhir, sejak bangunan gereja lama dibongkar, pelayanan Ekaristi hari Minggu bagi umat Stasi St. Padre Pio Kenda-Kaweng dilaksanakan secara bergiliran di dua lokasi alternatif, yakni di Rumah Gendang Kaweng dan Kafe Curu Wene.
Kontributor: Sipri Kantus

