Ruteng, VoxNTT.com – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 6 Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah sebulan lebih menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Program ini masuk ke SMPN 6 Langke Rembong terhitung sejak di-launching September 2025 lalu.
Meski tidak ada masalah secara keseluruhan, pihak sekolah pernah mengatasi masalah kekurangan menu MBG dalam ompreng.
Kepala SMPN 6 Langke Rembong, Florianus Dambur kepada Wartawan mengaku, dalam pendistribusian MBG yang sudah berjalan kurang lebih satu bulan dua hari ini pihaknya pernah dan kadang menemukan beberapa ompreng siswa yang tidak terisi salah satu menu, contohnya buah.
Itu karena buah dalam ompreng siswa lain terisi lebih, dua sampai tiga buah.
Meski demikian, pihaknya menganggap itu hanya kekeliruan karena sekolah sudah langsung mengatasinya.
“Kalau ada ompreng yang tidak terisi buah kami langsung mengatasinya, kebetulan ada ompreng siswa-siswi yang terisi dua sampai tiga buah, itu kami langsung geser dan bagi kepada siswa yang tidak dapat buah,” kata Florianus, Sabtu, 4 Oktober 2025.
Pengakuan lain juga datang dari Siswi Kelas X SMPN 6 Langke Rembong, Monika Julia Nangkur yang pernah melihat salah satu ompreng temannya yang kekurangan salah satu menu nasi.
Akan tetapi menurutnya itu bukan menjadi masalah besar karena para guru langsung mengatasinya dengan menukar ompreng yang terisi nasinya.
“Pernah suatu hari salah satu siswa tidak mendapat nasi dalam ompreng, tetapi itu tidak menjadi masalah buat kami karena para guru langsung menukarnya dengan ompreng lain,” kata Monika.
Kendati seperti itu, Monika mengaku puas setelah menerima dan mengkonsumsi MBG dari sekolahnya.
Bagi dia, program MBG ini sangat penting bagi siswa-siswi yang tidak makan pagi dari rumah atau yang sering lupa makan siang.
“Sangat bagus untuk kami karena mengingat mungkin ada teman-teman yang tidak makan pagi atau kadang lupa makan saat di rumah, maka kehadiran MBG ini membantu mengenyangkan perut mereka,” ujar Monika.
Kepala Sekolah Florianus mengatakan, kondisi kekurangan menu dalam ompreng itu tetap menjadi perhatian pihak sekolah ke depan untuk cepat mengatasinya atau mengambil langkah antisipasi.
Namun secara keseluruhan, kata dia, MBG di SMPN Langke Rembong berjalan dengan baik dan tidak ada masalah, baik itu dari segi pendistribusian maupun kelayakan makanan
Para guru selalu bekerja keras dan bertanggung jawab penuh untuk mendampingi siswa-siswi selama proses konsumsi MBG.
“Bahwa kemudian ada sedikit persoalan pada menu, yah itu mungkin karena kekeliruan saja, tapi sudah sebulan lebih ini kondisinya luar biasa dan berjalan baik,” ungkap Florianus.
Sementara itu, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Primadona Sumber Mas Dapur Golo Dukal 1, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Gregorius Setiawan mengaku proses pendistribusian MBG ke SMPN 6 Langke Rembong sudah berjalan baik dan terealisasi sesuai kebutuhan sekolah.
Ia tak menampik pengakuan sekolah yang terkadang menemukan beberapa ompreng siswa yang tidak terisi menu.
Menurutnya, itu hanya kekeliruan dan kadang mungkin pihak dapur yang lupa atau kadang ada ompreng yang tak sengaja terisi lebih.
Bagi dia, kondisi ini tidak terlalu fatal, yang penting sudah dapat diatasi dan dapat dikonsumsi dengan baik oleh siswa.
Pihaknya terus berkomitmen untuk selalu menyajikan MBG yang sehat kepada siswa-siswi demi menjaga kesehatan anak-anak Indonesia.
“Kami berkomitmen untuk selalu menyajikan makanan sehat, tidak ada potensi keracunan seperti yang terjadi di beberapa kota. Saya berharap sekolah ikut mendukung program ini untuk menyajikan makanan yang sehat kepada siswa,” ungkap pria yang biasa disapa Wawan ini.
Ke depan pihaknya juga akan menyiapkan makanan lokal sebagai tambahan menu MBG untuk para siswa.
Pilihan menu lokal ini bertujuan mendukung peningkatan ekonomi dan UMKM di Manggarai.
Wawan menyebut, saat ini SPPG Yayasan Primadona Sumber Mas Dapur Golo Dukal 1 telah melayani penerima manfaat sebanyak 2.832 siswa dengan rincian, SMK Sadar Wisata Ruteng berjumlah 1969 siswa, SMK Alam Lestari berjumlah 121 siswa, SDI Leda berjumlah 464 siswa dan SMPN 6 Langke Rembong berjumlah 278 siswa.
Penulis: Berto Davids

