Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Antologi Puisi Riny Temala (Spesial Hari Kartini)
HEADLINE

Antologi Puisi Riny Temala (Spesial Hari Kartini)

By Redaksi21 April 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Riny Temala
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Oleh: Riny Temala*

 

Kartini dan Puisi

Kartini,

bukan sekedar puisi.

Puisi, baginya

adalah kehidupan.

Ruteng, 2017

 

Perempuan, Puisi, dan Pembebasan

 

Bisa saja bila kau mau

Aku tuliskan sebait puisi terindah,

hanya untukmu.

 

Bisa saja bila kau mau

Aku mencintaimu tanpa cinta dibagi,

hanya padamu.

 

Hanya saja aku perempuan

Bagiku,

Puisi, bukan saja indah

Cinta, harus dibagi

 

Aku perempuan

Sebait puisi adalah pembebasan

Mencintai, tak cukup bermain kata.

Ruteng, 2017

 

Ketika Perempuan Pergi

 

Kemarin kau datang dengan senyum merekah

Kau tinggal dengan rasa seakan tak berpisah

“Jangan bertanya berapa lama. Kau tahu,

aku tanpamu adalah kebohongan.” Kau memanjakanku.

“Kebohonganmu adalah mencintaiku. Aku perempuan, sayang.

Jangan bohongi aku.  Selamat malam.”

 

Hari ini kau datang dengan mata melebar

Kau pastikan ada harapan yang tak akan hilang

“Jangan bertanya seberapa besar. Kau tahu,

aku tanpamu adalah kesepian.” Kau menidurkanku.

“Kesepianmu adalah bersamaku. Aku perempuan, sayang.

Cukup kemarin dan hari ini. Selamat malam.”

 

Esok aku bangun dengan hati paling tenang

Aku akan merindukan caramu mencintaiku

Dengan kebohongan, dengan kesepian

Sayangnya aku perempuan, yang

mencintai diriku dengan caraku

Selamat malam,

sambutlah pagi tanpaku lagi untukmu.

Ruteng, 2017

 

Perempuan Menanti

 

Tenang saja, cukupkan sabarmu

Mungkin nanti di balik pagar

Kau diam, waktu tak menunggu

Kau lari,  waktu tak mengejar

 

Negerinya ia cintai, bukan

sekedar kata…

Kau perempuan, doakan

perjuangannya untuk buah rahimmu.

Kau perempuan, buatkan saja

segelas kopi untuknya.

Dia kembali, kau dicintainya.

Ruteng, 2017

Rini Temala. Lahir di Maumere, 2 April 1993. Bergiat di Komunitas Sastra Hujan Ruteng-Flores.

Previous ArticleBangun 14 Unit Los Pasar Ruteng Telan Dana Rp 1,4 Miliar
Next Article Eratkan Tali Persaudaraan Sesama Manggarai, IKKMAR Bali Bentuk Komunitas

Related Posts

Festival Religi dan Budaya Paroki Wae Nakeng Libatkan 18 UMKM, Dorong Persaudaraan dan Pariwisata Religi

30 Mei 2026

Festival FEAST di Labuan Bajo Tampilkan Olahan Songkol dan Tapa Kolo

5 Mei 2026

Lansia di Kupang Bertahan Hidup Bersama Anak 6 Tahun, Berharap Uluran Tangan

9 Maret 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.