Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Pemprov NTT Bentuk Dua Klaster Dukung Ketahanan Pangan Lokal
NTT NEWS

Pemprov NTT Bentuk Dua Klaster Dukung Ketahanan Pangan Lokal

By Redaksi30 Oktober 20253 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Gubernur dan Uskup Agung Kupang saat hadir di acara puncak Hari Pangan Sedunia (Foto: Ronis Natom/VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, VoxNTT.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) membentuk dua klaster utama dalam upaya memperkuat ketahanan pangan di daerah itu. Dua klaster tersebut adalah klaster keagamaan dan klaster sekolah, yang diharapkan menjadi penggerak utama dalam pengembangan pangan lokal.

Menurut Gubernur NTT, Melki Laka Lena, pemerintah akan menyediakan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta mendukung melalui pengadaan pupuk dan bibit bagi lembaga agama dan sekolah yang mengembangkan pangan lokal.

“Kami dorong agar seluruh pangan lokal di NTT bersama dengan lembaga agama, agar bisa dioptimalkan dengan baik baik dari produksi dan penggunaannya. Ada sorgum, jagung. Kami sendiri mendukung agar seluruh kelompok agama konsen terkait dengan pengembangan pangan. Kita akan dukung dan sudah ada klaster keagamaan,” ujar Gubernur Melki saat hadir di acara puncak Hari Pangan Sedunia Keuskupan Agung Kupang di Gereja St. Petrus Tarus, Rabu, 29 Oktober malam.

Melki menjelaskan, pemerintah akan memfasilitasi setiap upaya pengembangan pangan lokal yang dilakukan oleh lembaga keagamaan maupun pendidikan.

“Apabila ada dari gereja katolik atau agama lain yang ingin membuka pengembangan pangan pemerintah akan bantu memfasilitasi dengan cara misalnya penyediaan bibit atau alsitan ataupun pupuk baik untuk tanah maupun produksi. Saat ini ternyata sektor pertanian mendukung 30% PDRB,” katanya.

Gubernur juga berkomitmen mendukung penuh Keuskupan Agung Kupang apabila memiliki program pengembangan pangan lokal berbasis gereja.

“Kita akan buktikan bahwa pangan lokal sejauh ada program dari Keuskupan Agung Kupang kita akan mendukung sepenuhnya. Nanti alsitan bisa dipinjamkan kami taruh di dinas siapa yang mau pakai silahkan. Selamat buat Bapa Uskup dan semua orang yang sudah melaksanakan kegiatan ini,” tukasnya.

Sementara itu, Uskup Keuskupan Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni menjelaskan, perhatian serius terhadap kearifan lokal dan pengembangan pangan sudah menjadi bagian dari surat gembala Gereja.

“Pangan adalah hak setiap orang tanpa terkecuali. Allah menciptakan alam untuk dikelola dan dinikmati bersama. Karena itu, petani sederhana pun berhak atas kehidupan yang layak,” ujar Mgr. Pakaenoni.

Ia mengajak umat Katolik di seluruh NTT untuk menggali dan mengembangkan pangan lokal seperti sorgum, kelor, dan umbi-umbian sebagai alternatif pangan bergizi tinggi yang ramah lingkungan.

“Wilayah kita kaya akan sumber pangan lokal. Jika dikelola dengan baik, ini menjadi wujud nyata kedaulatan pangan kita sendiri,” tambahnya.

Mgr. Pakaenoni juga menekankan pentingnya paradigma ekologi integral, yakni cara pandang yang memadukan pertanian, peternakan, ekonomi, dan pelestarian lingkungan secara harmonis.

“Kita mengolah tanah untuk hidup, tapi juga wajib menjaga alam demi generasi muda. Cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini adalah peringatan agar kita lebih bijak menjaga ciptaan,” ujarnya.

Ia menutup dengan menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak, baik Gereja maupun Pemerintah, yang telah berkolaborasi dalam pengembangan pangan lokal dan peningkatan kesejahteraan petani di NTT, khususnya di wilayah Keuskupan Agung Kupang.

Penulis: Ronis Natom

Gubernur NTT Keuskupan Agung Kupang Melki Laka Lena
Previous ArticleKuasa Hukum Minta Kapolda NTT Awasi Kasus Ade Kuswandi
Next Article Profil Desa Wae Codi Kecamatan Cibal Barat Kabupaten Manggarai

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.