Kupang, VoxNTT.com – Mengantisipasi rencana pemangkasan dana Transfer ke Daerah (TKD) oleh Pemerintah Pusat, sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang menyiapkan langkah mitigasi agar tidak berdampak pada stabilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun pelayanan publik.
Permintaan itu disampaikan dalam Sidang Paripurna DPRD Kota Kupang, Kamis, 20 November 2025, saat fraksi-fraksi membacakan pemandangan umum terhadap penjelasan Wali Kota Kupang mengenai Rancangan APBD Tahun 2026.
Fraksi NasDem menyoroti perlunya antisipasi serius terkait rencana pemangkasan TKD pada 2026. Menurut fraksi tersebut, upaya mitigasi harus disusun lebih awal demi menjaga keseimbangan fiskal daerah.
Selain itu, terkait efisiensi anggaran, Fraksi NasDem juga menekankan pentingnya konsistensi perencanaan. Pemerintah diminta menghindari kegiatan di luar rencana kerja (off-plan) dan memastikan seluruh program sesuai dengan prioritas pembangunan.
“Semua program harus selaras dengan Prioritas Pembangunan yang telah ditetapkan dalam RKPD. Selain itu, proyeksi Pendapatan Asli Daerah (PAD) harus dihitung secara realistis dan terukur, bukan sekadar menyesuaikan besaran belanja,” kata juru bicara Fraksi NasDem, Esy Bire, Jumat, 21 November sore.
Sebagai informasi, Kota Kupang mengalami pemangkasan anggaran TKD sebesar Rp204 miliar oleh Pemerintah Pusat.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo menyampaikan, pemerintah akan mengambil langkah mitigasi dengan mengajukan proposal pendanaan tambahan kepada kementerian terkait untuk membiayai program dan kegiatan pembangunan.
“Habis rapat banggar ini, pasti saya harus bolak-balik ke pusat untuk ‘ketuk pintu’ minta bantuan. Juga nanti dengan CSR dari lembaga-lembaga di Kota Kupang,” ujarnya.
Christian menegaskan, ia akan memfokuskan upaya lobi ke kementerian yang memiliki program penting bagi kebutuhan Kota Kupang.
“Yang pasti ke Kementerian PUPR, Kesehatan, Pendidikan, Sosial. Kementerian Kebudayaan juga, karena acara IPACS kemarin saya sudah sampaikan, saya ingin Kota Kupang punya museum satu,” jelasnya.
Selain itu, Pemkot Kupang juga mengidentifikasi peluang sumber pendanaan lain, termasuk melalui skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) serta kerja sama dengan berbagai lembaga lainnya.
Penulis: Ronis Natom

