Oleh: Cornelia Sri Sulasmi Padaka, S. Pd
Guru pengampu mata Pelajaran Fisika di SMA Katolik St. Josef Freinademetz, Tambolaka, Sumba Barat Daya.
Profesi menjadi guru, awalnya merupakan cita-cita yang terwujud tanpa impian murni untuk menjadi seorang pengajar. Menjalani masa belajar untuk mengisi bagian kosong dalam diri sehingga memang hanya pilihan itu yang terlintas di pikiran.
Setelah selesai menempuh pendidikan, ada rasa cinta untuk berkarya dalam profesi ini, tanpa perlu waktu lama memberanikan diri memberikan diri seutuhnya untuk mengabdi dalam dunia pendidikan. SMA Katolik St Josef Freinademetz adalah salah satu lembaga dan rumah pertama yang membuat saya memiliki banyak memori berharga.
Sebagai seorang guru, saya telah melalui perjalanan yang panjang dan penuh makna. Saya telah bertemu dengan banyak murid yang berbeda-beda, masing-masing dengan kebutuhan dan kemampuan yang unik.
Saya telah belajar untuk memahami dan menghargai perbedaan-perbedaan tersebut, dan untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, mendukung dan menyenangkan.
Saya pernah ada dalam kondisi ketika saya merasa tidak yakin apakah saya dapat membuat perbedaan dalam hidup murid saya. Namun pada saat itu juga dengan dukungan dari sesama rekan kerja membuat saya lebih kuat dan lebih berdedikasi untuk membantu murid saya mencapai potensi mereka.
Saya belajar bahwa menjadi seorang guru bukan hanya tentang mengajar, tetapi juga tentang membimbing, mendukung, dan memotivasi murid. Saya telah melihat mereka tumbuh dan berkembang, dan itu adalah pengalaman yang sangat berkesan.
Saya juga telah belajar untuk terus meningkatkan diri saya sendiri, baik secara profesional maupun pribadi lewat berbagai kegiatan yang melibatkan saya secara langsung untuk terlatih menjadi guru yang mempunyai kompetensi baik dan bertanggung jawab.
Saya berharap bahwa saya dapat terus membuat perbedaan dalam hidup murid saya, dan bahwa saya dapat menjadi contoh yang baik bagi mereka.
Saya percaya bahwa pendidikan adalah kunci untuk mencapai masa depan yang lebih baik, dan saya merasa bangga menjadi bagian dari proses tersebut.
Dengan menjalani profesi guru, saya belajar bahwa Kesabaran dan ketekunan adalah kunci untuk mencapai kesuksesan dalam mengajar. Dan dapat memahami setiap kebutuhan murid, menghargai setiap perbedaan, mendukung perkembangan mereka, memberikan motivasi adalah pelajaran hidup berharga bagi saya.
Saya berharap bahwa saya dapat terus meningkatkan kemampuan saya sebagai guru dan menjadi contoh yang baik bagi murid saya. Saya juga berharap pendidikan di SMA Katolik St Josef Freinademetz dapat menjadi lebih baik dan lebih inklusif, sehingga setiap murid dapat memiliki kesempatan yang sama untuk mencapai kesuksesan.

