Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Kasus Kematian Guru Vian Ruma Masih Misterius, PGRI Nagekeo Desak Polisi Percepat Penyelidikan
HUKUM DAN KEAMANAN

Kasus Kematian Guru Vian Ruma Masih Misterius, PGRI Nagekeo Desak Polisi Percepat Penyelidikan

By Redaksi3 Desember 20252 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Guru dari PGRI mendatangi TKP tempat Almarhum Vian Ruma ditemukan meninggal dunia di Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, Selasa, 25 November 2025 (Foto: Patrianus Meo Djawa/ VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, VoxNTT.com – Kematian Rudolfus Oktavianus Ruma atau Vian Ruma, seorang guru SMP di Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, masih menyisakan banyak tanda tanya. Hingga hampir tiga bulan sejak jasadnya ditemukan pada 5 September 2025, aparat Kepolisian belum memberikan penjelasan resmi mengenai penyebab kematiannya.

Pada pekan lalu, saat para guru se-Kabupaten Nagekeo berkumpul dalam peringatan HUT PGRI ke-80 di Kecamatan Keo Tengah, persoalan ini kembali mencuat. Para guru menanyakan sejauh mana penyelidikan Polisi terkait kematian rekan mereka itu.

Vian Ruma merupakan salah satu dari beberapa jasad yang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tidak wajar di wilayah Nagekeo tahun ini. Namun hingga kini, Kepolisian belum memberikan pernyataan publik mengenai penyebab kematian guru tersebut. Secara organisatoris, PGRI Nagekeo telah menerbitkan rekomendasi agar penyelidikan dituntaskan.

Vian pertama kali ditemukan warga Nangaroro dalam kondisi mengenaskan, dengan tubuh dipenuhi belatung, di sebuah rumah pondok di sisi jalan Trans Nangaroro–Maunori pada 5 September 2025.

Sejumlah media sebelumnya mengaitkan kematian Vian dengan aktivitasnya sebagai aktivis penolak proyek geotermal. Namun belum ada bukti yang mendukung dugaan tersebut. Justru muncul kekhawatiran lain akibat berkembangnya spekulasi liar yang mengarah pada isu SARA.

“Kami meminta Bapak Kapolres Nagekeo untuk memberikan jawaban atas tindak lanjut penanganan kasus kematian guru, sahabat kami, almarhum Rudolfus Oktavianus Ruma,” ujar Sekretaris PGRI Kabupaten Nagekeo, Anisius Panda.

Memasuki pekan ke-13, Kepolisian Resor Nagekeo di bawah pimpinan AKBP Rachmat Muchamad Salihi belum pernah merilis hasil penyelidikan kepada publik. VoxNttcom juga telah berulang kali berupaya mengonfirmasi alasan belum dipublikasikannya hasil penyelidikan, namun tidak berhasil menemui Kapolres.

Anisius mengatakan PGRI menghormati pertimbangan hukum Polisi apabila informasi terkait kematian bersifat privat atau sensitif.

Namun ia menegaskan pentingnya pemberitahuan resmi kepada organisasi guru agar tidak terjadi kesalahan dalam penanganan internal.

“Jika kematian almarhum berhubungan dengan hal privat dan sensitif, mohon kami (PGRI) disurati secara internal, sehingga kami tidak keliru dalam melakukan penanganan dan pencegahan,” ujarnya.

Sementara itu, Victor Tegu, Anggota DPRD Kabupaten Nagekeo dari PKB sekaligus paman almarhum, memastikan akan segera menyampaikan hasil penyelidikan Polisi yang telah diterima keluarga.

Ia menyebut keterlambatan penyampaian informasi terjadi karena dirinya sedang menjalankan reses ketiga di Kecamatan Keo Tengah.

“Nanti sampai Mbay baru saya kontak ari (adik). Hari ini saya masih reses di Ngera,” ujarnya saat dikonfirmasi VoxNttcom, Selasa, 2 Desember 2025.

Berdasarkan pantauan di lokasi tempat Vian ditemukan, rumah pondok tersebut kini tampak rusak. Garis polisi yang sebelumnya dipasang juga terlihat sudah terputus.

Penulis: Patrianus Meo Djawa

Nagekeo PGRI Nagekeo Polres Nagekeo
Previous ArticleDisdukcapil Matim Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Bermodus Informasi dan Link
Next Article Polemik Honor Pemain dan Staf Persematim di ETMC Ende 2025 Mencuat ke Publik

Related Posts

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

Dapur MBG Gako Dihentikan karena Berdiri di Atas Tanah yang Telah Diserahkan ke Pemda

3 Maret 2026
Terkini

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.