Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Agrowisata Durian Watu Mori Farm, Destinasi Baru di Labuan Bajo
Ekbis

Agrowisata Durian Watu Mori Farm, Destinasi Baru di Labuan Bajo

By Redaksi9 Desember 20253 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Lokasi Watu Mori Farm di Dusun Melo, Liang Ndara, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, VoxNTT.com – Sekitar 10 kilometer dari Kota Labuan Bajo, Manggarai Barat, berdiri sebuah kawasan agrowisata durian pertama di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Berlokasi di Dusun Melo, Liang Ndara, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Watu Mori Farm menawarkan pengalaman unik, yakni pengunjung dapat memetik dan menikmati durian langsung dari pohonnya.

Perkebunan ini membentang di lahan seluas kurang lebih 25 hektare. Ribuan pohon durian tumbuh di antara bukit-bukit kecil, dengan buah yang tampak bergelantungan, mulai dari yang siap panen hingga yang masih berbunga.

Lanskap hijau dan udara pegunungan yang sejuk membuat kawasan ini menyerupai harmoni pedesaan yang tenang, lengkap dengan suara burung, serangga, serta hewan ternak seperti ayam, kambing, kuda, kerbau, babi, dan sapi.

Ketika memasuki area kebun, aroma khas durian langsung menyergap. Jalur berkelok yang mengitari perkebunan memperlihatkan panorama alam yang elok, ditambah kabut tipis yang menyelimuti perbukitan pada pagi hari.

Di siang hari, mentari terasa menyengat, namun suasana tetap sejuk berkat pepohonan yang rimbun.

Watu Mori Farm menyediakan sejumlah titik foto berlatar hamparan pohon durian, punggung gunung berkabut, dan pemandangan senja dari puncak bukit.

Lokasi Watu Mori Farm di Dusun Melo, Liang Ndara, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat

Pengunjung tidak dipungut biaya masuk, namun kunjungan dilakukan melalui tiga paket utama yang disediakan perkebunan.

Pertama, paket menikmati enam jenis durian premium langsung dari pohonnya. “Hanya di Kebun Watu Mori Farm para pengunjung akan merasakan sensasi melahap durian langsung dari pohonnya,” demikian konsep yang ditawarkan pengelola.

Varietas yang tersedia antara lain musang king, bawor, monthong, namlung, super tembaga, dan ochee.

Kedua, menikmati makanan di Resto Say Se’i di pusat Kota Labuan Bajo. Restoran ini menyajikan hidangan se’i, daging asap khas NTT, dengan bahan produksi langsung dari kebun. Tautan petunjuk lokasi disediakan oleh pihak pengelola.

Ketiga, fasilitas menginap di Hotel Parlezo, yang juga berada di pusat kota. Hotel ini disiapkan untuk pengunjung Watu Mori Farm yang ingin menikmati wisata Labuan Bajo secara lengkap.

Selain agrowisata durian, kebun ini juga melayani kebutuhan hewan ternak seperti kambing, babi, dan ayam. Pengunjung yang membutuhkan dapat melihat langsung ternak di kandang yang telah disediakan.

Perjalanan menuju Watu Mori Farm dapat ditempuh sekitar 15–20 menit dari Labuan Bajo menggunakan motor atau mobil.

Pengelola menyebut musim panen berlangsung pada Oktober hingga Maret, periode terbaik menikmati durian premium sambil bersantai bersama keluarga, pasangan, atau sahabat.

Watu Mori Farm digagas oleh Anggota DPD RI dapil NTT, dr. Stevi Harman. Ia memiliki komitmen mengembangkan pertanian holistik yang berkelanjutan dan berdampak bagi generasi muda.

Durian dari kebun Watu Mori Farm

Dengan visi “Terwujudnya perusahaan pertanian yang terintegrasi”, Watu Mori Farm menjadi pelopor pertanian ekologis di wilayah tersebut.

Fokus pengembangan tidak hanya pada produksi pertanian, melainkan juga peternakan dan perikanan.

Pengelolaan kebun turut mendorong pengembangan sumber daya manusia, membuka lapangan kerja bagi generasi muda NTT, menyediakan ruang praktik kerja lapangan (PKL), serta mendukung perekonomian petani sekitar.

Dalam sektor peternakan, hasil ternak dimanfaatkan bukan hanya sebagai sumber daging, tetapi juga untuk pembuatan pupuk kompos, yang ikut melestarikan metode pertanian tradisional masyarakat lokal.

Watu Mori Farm kini menjelma menjadi destinasi wisata sekaligus model praktik pertanian berkelanjutan di NTT.

Penulis: Herry Mandela

Labuan Bajo Mabar Manggarai Barat Watu Mori Farm
Previous Article57 Desa di Manggarai Terima Dana Demplot Tahap II Program TEKAD
Next Article Jelang Nataru, Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Inpres Ruteng Melonjak

Related Posts

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

Kades Golo Riwu Luncurkan Program “Investor Serbu Desa”, Andalkan Porang Hadapi Risiko Krisis 2026

3 Maret 2026

Perumda Air Minum Kota Kupang Luncurkan Promo Sambungan Baru dan Website Resmi Jelang HUT ke-17

2 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.