Borong, VoxNTT.com – Proyek penyediaan air minum bersih di Desa Golo Kantar, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, disoroti warga. Warga menilai pelaksanaannya belum berjalan adil dan transparan.
Warga Desa Golo Kantar, Hanis Badur mengaku kesal dengan proyek yang sedang berlangsung di desanya.
Ia menyebut air bersih merupakan kebutuhan dasar yang seharusnya dapat diakses semua warga tanpa kecuali.
“Air minum bersih adalah kebutuhan dasar semua makhluk hidup tanaman hewan apalagi manusia dan manusia tidak dibagi-bagi berdasarkan status tua, muda, kaya, miskin, petani, pegawai, dan semuanya butuh air,” tegas Hanis Kepada VoxNtt.com, Minggu, 14 Desember 2025.
Menurut Hanis, proyek air minum bersih yang baru berjalan justru memunculkan sejumlah pertanyaan di tengah masyarakat.
Ia menyebutkan, meskipun proyek itu diklaim diperuntukkan bagi warga pada umumnya, dalam praktiknya terdapat Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sudah mendapatkan sambungan air, sementara sebagian warga lainnya belum terlayani.
Ia juga mengungkapkan, di kalangan warga non-ASN masih terdapat keluarga yang belum memperoleh meteran maupun pipa air.
Kondisi ini, kata dia, menimbulkan tanda tanya mengenai mekanisme dan dasar penentuan penerima manfaat.
“Pertanyaannya siapa yang menentukan layak dan yang tidak layak? lalu apa kriterianya apakah proses pendataan sudah transparan dan adil,” ujar Hanis.
Hanis menegaskan, kritik tersebut bukan bentuk tudingan, melainkan tuntutan keterbukaan sebagai warga.
Ia menilai proyek air bersih merupakan proyek publik yang hasilnya harus dapat dirasakan secara merata.
Ia juga mengajak warga lain untuk menyuarakan aspirasi jika merasa dirugikan atau diabaikan.
Menurutnya, langkah itu penting dilakukan bukan untuk menyalahkan pihak tertentu, melainkan untuk memperbaiki pelaksanaan proyek ke depan.
Hingga berita ini dipublikasikan, VoxNtt.com telah berupaya menghubungi Kepala Desa Golo Kantar, Merdianus Jehaman, untuk meminta tanggapan. Namun, yang bersangkutan belum memberikan respons.
Kontributor: Isno Baco

