Jakarta, VoxNTT.com – Menutup tahun 2025, Anggota Komisi III DPR RI, Benny K Harman, mendorong lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar lebih berani lagi di tahun 2026.
Melalui akun media sosialnya, politikus Partai Demokrat itu menyatakan masih menaruh kebanggaan terhadap lembaga KPK.
Karena itu, ia berharap lembaga antirasuah tersebut semakin bernyali dalam memberantas korupsi di masa mendatang.
Pernyataan ini disampaikan Benny sebagai respons langsung atas unggahan resmi KPK yang merilis capaian kinerja tahun 2025.
Dalam unggahannya, Benny me-retweet pernyataan KPK yang menekankan bahwa pemberantasan korupsi tidak hanya sekadar penindakan, melainkan memastikan kehadiran negara dalam melindungi kepentingan publik.
“Saya masih bangga dengan KPK. Juga masih berharap lembaga ini akan tetap menjadi pelopor pemberantasan korupsi di negeri ini,” ujarnya, mengutip akun X @BennyHarmanID pada Selasa, 23 Desember 2025.
Meski mengakui dinamika pasang surut yang dialami KPK dalam perjalanannya, Benny menegaskan pentingnya keberanian sebagai modal utama lembaga tersebut.
“Tentu ada up and down ya. Harapan saya, lebih berani lagi,” tambahnya.
Cuitan dari politisi partai berlambang mercy itu sekaligus menyoroti harapan publik yang masih besar terhadap peran sentral KPK dalam membersihkan Indonesia dari praktik korupsi.
Sebelumnya diberitakan, sepanjang tahun 2025 KPK mencatat capaian signifikan dalam penindakan, pemulihan aset, pencegahan, pendidikan antikorupsi, hingga penguatan kelembagaan.
Ketua KPK, Setyo Budiyanto, menegaskan bahwa pemberantasan korupsi tidaklah mudah.
Namun, ia percaya dengan perbaikan sistem, kokohnya integritas sumber daya manusia (SDM), serta pelibatan publik, Indonesia mampu mewujudkan Indonesia Emas dan Indonesia Bebas Korupsi 2045.
“Kami terus berbenah agar KPK tetap kuat, independen, dan profesional. Integritas pegawai, akuntabilitas tata kelola anggaran, hingga transformasi digital adalah fondasi,” ujar Setyo, mengutip kpk.go.id.
Adapun gambaran capaian KPK sepanjang tahun 2025 meliputi: Pertama, terkait penindakan dan pemulihan aset. KPK berhasil melakukan 11 OTT di sektor strategis (kesehatan, perizinan, dan jabatan), menetapkan 118 tersangka dan berhasil memulihkan aset negara sebesar Rp1,53 triliun.
Selain itu, KPK juga mengawal pembangunan RSUD Kolaka Timur agar tidak mangkrak setelah terdeteksi korupsi senilai Rp126 miliar, yang memicu kerja sama pengawasan 31 RSUD lainnya dengan Kemenkes.
Kedua, terkait pencegahan dan monitoring. Kepatuhan LHKPN kini mencapai 94,89% dan terdapat lebih dari 4.580 laporan gratifikasi.
Selain itu, kajian strategis pada program nasional seperti Makan Bergizi Gratis dan tata kelola nikel berhasil menyelamatkan keuangan negara sebesar Rp753 miliar.
Ketiga, terkait partisipasi publik. Saat ini platform JAGA.ID diakses oleh 18,5 juta pengguna sebagai bentuk pengawasan masyarakat terhadap layanan publik.
Keempat, pendidikan antikorupsi. Fokus utamanya adalah pencegahan pungli PPDB dan penyimpangan dana BOS, serta edukasi kepada 27.826 pendidik.
Kemudian, menggunakan media kreatif seperti ACFFEST (anti-corruption film festival) untuk menanamkan nilai integritas pada generasi muda, dan platform e-learning ACLC kini memiliki lebih dari 470.000 pembelajar.
Kelima, penguatan organisasi. Penyerapan anggaran mencapai 98,19% dengan opini WTP selama 6 tahun berturut-turut, menyetorkan Pendapatan Negara Bukan Pajak sebesar Rp539,6 miliar.
KPK juga bekerja sama untuk memperkuat kolaborasi internasional melalui 32 Mutual Legal Assistance (MLA) untuk pelacakan aset lintas negara.
Penulis: Herry Mandela

