Kupang, VoxNTT.com – Isak tangis keluarga menyambut kedatangan jenazah prajurit TNI Angkatan Darat, Praka Satria Taopan, yang gugur saat menjalankan tugas negara di Papua.
Jenazah tiba di rumah duka di Kelurahan Oepura, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Sabtu dini hari, 10 Januari 2026.
Kedua orangtua almarhum tak kuasa menahan haru ketika melihat putra mereka kembali dalam keadaan tak bernyawa.
Peti jenazah yang terbalut bendera Merah Putih diturunkan dan disemayamkan di rumah duka, disambut suasana duka mendalam.
Isak tangis pecah saat ayah dan ibu almarhum secara bergantian memeluk peti jenazah sambil menangis.
Praka Satria Taopan diketahui merupakan prajurit Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Mobile Yonif 100 Prajurit Setia, Kodam I/Bukit Barisan.
Ayah almarhum mengenang perjuangan panjang putra pertamanya untuk menjadi prajurit TNI, yang harus mengikuti seleksi hingga sembilan kali.
“Dia tidak pernah menyerah. Sembilan kali ikut tes, dia tetap berjuang sampai akhirnya lulus dan mengabdi sebagai tentara. Kami bangga, meski sangat kehilangan,” kata ayah almarhum.
Sejak jenazah tiba, keluarga, kerabat, serta warga sekitar terus berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada prajurit muda yang gugur dalam tugas negara itu.
Komandan Kodim 1604/Kupang, Kolonel Infantri Kadek Abriawan menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya Praka Satria Taopan.
Ia menyebut almarhum sebagai prajurit terbaik yang telah menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
“Almarhum adalah prajurit terbaik kami. Ia telah melaksanakan tugas negara dengan maksimal dan penuh dedikasi. Atas pengabdiannya, TNI akan memakamkan almarhum secara kedinasan militer,” ujar Kadek.
Kadek juga mengajak seluruh pelayat untuk mendoakan almarhum dan memberikan kekuatan kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Kami mohon doa dari seluruh masyarakat, dan mari kita bersama-sama menguatkan orang tua serta keluarga almarhum,” tambahnya.
Jenazah Praka Satria Taopan didampingi perwakilan perwira dari Satgas Pamtas Mobile Yonif 100 Prajurit Setia, Kodam I/Bukit Barisan. Pihak Satgas menjelaskan kronologi gugurnya almarhum saat menjalankan tugas pengamanan.
“Almarhum gugur saat melaksanakan pengamanan pengantaran logistik makanan bagi prajurit menggunakan helikopter. Dalam perjalanan, helikopter mendapat serangan dari Kelompok Kriminal Bersenjata,” ujar Despa.
Ia menambahkan, “Praka Satria Taopan terkena tembakan peluru musuh dan meninggal dunia dalam menjalankan tugas negara.”
Penulis: Ronis Natom

