Kupang, VoxNTT.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menargetkan pembangunan lebih dari 31 ribu rumah layak huni pada 2026.
Program tersebut menjadi salah satu prioritas kerja Pemprov NTT dan akan dilaksanakan melalui skema gotong royong bersama pemerintah kabupaten dan kota.
“Tahun ini salah satu program kerja kami adalah membangun 31 ribu lebih rumah dengan skema gorong royong dengan daerah,” kata Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena saat menghadiri kegiatan yang digelar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTT di Aula Fernandes, Selasa, 13 Januari 2026.
Melki mengatakan, pemerintah provinsi akan membangun komunikasi dengan pemerintah daerah serta pemerintah pusat terkait skema pembiayaan program tersebut.
“Kita akan berusaha untuk komunikasi ke pemerintah pusat,” ujarnya.
Ia menyebutkan, pembiayaan pembangunan rumah akan disesuaikan dengan berbagai sumber anggaran.
“Dana desa masuknya di bagian mana, juga skema pembiayaan melalui APBD termasuk APBN.”
Pada kesempatan yang sama, Melki juga memaparkan capaian pembangunan infrastruktur yang dijalankan sesuai visi dan misi kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Johni Asadoma.
Infrastruktur menjadi bagian dari misi ketiga, yakni pemerataan dan keberlanjutan pembangunan berbasis potensi daerah yang berdaya saing.
Fokus infrastruktur juga tercantum dalam poin keempat, yaitu infrastruktur yang berkualitas dan merata.
“Kami mengerjakan berbagai program, sumur bor maupun long sekmen dan rekonstruksi. Yang masih belum betul kami kerjakan adalah WC,” jelasnya.
Meski demikian, Melki mengakui pembangunan infrastruktur di NTT belum sepenuhnya merata di seluruh daerah.
Menurut dia, keterbatasan tersebut dipengaruhi kondisi keuangan daerah serta pemotongan dan penghematan anggaran dari pemerintah pusat.
“Memang tidak merasa sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Kita potong banyak anggaran untuk urusan ini bisa berjalan,” ujarnya.
Ia menambahkan, hampir 50 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang berkaitan dengan infrastruktur dialokasikan untuk sektor pendidikan.
“Saya bersama wakil gubernur dan dinas terkait terus melakukan kontrol terhadap berbagai pembangunan,” katanya.
Adapun kondisi jalan provinsi di NTT, menurut Melki, saat ini berada pada kategori mantap sepanjang 1.827 kilometer atau sekitar 67,9 persen dari total jaringan jalan provinsi.
Penulis: Ronis Natom

