Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NASIONAL»Benny Harman Soroti Langkah Kejagung RI Soal Pengamanan yang Melibatkan  Kopassus
NASIONAL

Benny Harman Soroti Langkah Kejagung RI Soal Pengamanan yang Melibatkan  Kopassus

By Redaksi23 Januari 20262 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Benny K. Harman, Anggota DPR RI dari Dapil NTT 1 (Foto: emedia.dpr.go.id)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Jakarta, VoxNTT.com – Keamanan para jaksa dalam mengusut kasus korupsi skala raksasa menjadi sorotan utama dalam rapat kerja Komisi III DPR RI terkait Rencana Strategis (Renstra) Kejaksaan Agung (Kejagung) RI tahun 2026.

Anggota DPR RI Fraksi Demokrat, Benny K. Harman, mempertanyakan ketahanan sistem internal Kejagung dalam menghadapi intimidasi.

Benny menekankan, keberhasilan pemberantasan korupsi sangat bergantung pada independensi individu jaksa.

Ia mengkhawatirkan adanya praktik “pengkondisian” atau ancaman fisik dan psikologis yang dapat menyurutkan nyali para penegak hukum saat berhadapan dengan tersangka yang memiliki kekuatan besar.

“Apa jaminan yang diberikan Jaksa Agung bahwa jaksa-jaksa dalam menangani perkara mega korupsi tidak ditekan, tidak dikondisikan, tapi juga tidak diancam?” tanya Benny dengan nada kritis.

Dalam pernyataannya, Benny menyinggung tentang peristiwa keterlibatan pasukan khusus TNI, seperti Kopassus, dalam menjaga keamanan personel kejaksaan.

Meski dianggap efektif sebagai respons cepat terhadap ancaman saat ini, Benny menilai ketergantungan pada kekuatan militer bukan solusi yang sehat bagi sistem hukum sipil di masa depan.

Menurutnya, kehadiran pasukan khusus memberikan rasa aman instan yang sifatnya jangka pendek.

Ia menilai hal tersebut tidak ideal karena penegakan hukum seharusnya memiliki sistem proteksi mandiri yang terinstitusionalisasi tanpa mengandalkan mobilisasi kekuatan militer secara berkelanjutan.

Karena itu, Benny mendorong Jaksa Agung untuk merumuskan protokol keamanan yang lebih sistemis dan permanen di waktu mendatang.

Tujuannya, sambung dia, agar jaksa dapat bekerja secara objektif tanpa harus merasa “tersandera” oleh rasa takut atau ketergantungan pada perlindungan eksternal.

Menurutnya, penegakan hukum yang kuat tidak lahir dari pengawalan bersenjata di luar persidangan, melainkan dari sistem yang mampu menjamin bahwa tidak ada satu pun kekuatan yang bisa mengintervensi atau mengancam integritas seorang jaksa.

Penulis: Herry Mandela

Benny Harman Benny K Harman Benny Kabur Harman BKH Komisi III DPR RI
Previous ArticleBenny Harman ke Jaksa Agung: “Jangan Sampai Hukum Tajam ke Lawan, Tumpul ke Sahabat”
Next Article Angin Kencang Rusak Tiga Rumah Warga di Cibal Manggarai

Related Posts

Perkuat Kedamaian dalam Bingkai Toleransi, Benny Harman Buka Puasa Bersama Umat Muslim di Labuan Bajo

27 Februari 2026

Kuda Api, Pesan SBY untuk Bangsa

22 Februari 2026

GMNI Kritik Presiden Prabowo, Akses Ekspor Nelayan Dinilai Tak Signifikan Tanpa Perbaikan Kepemilikan Kapal

17 Februari 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.