Borong, VoxNTT.com – Satu jenazah korban longsor di Kampung Pau, Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali ditemukan pada Selasa, 27 Januari 2026. Korban diketahui bernama Yustina Mira, berusia 19 tahun.
“Korban ditemukan bernama Yustina Mira (19). Ia ditemukan sekitar pukul 10.20 Wita,” kata warga setempat, Tino, saat dihubungi VoxNtt.com, Selasa, 27 Januari 2026.
Tino mengatakan, jenazah Yustina ditemukan sekitar 30 meter dari lokasi penemuan jasad Lusia Resen (55), korban lainnya yang lebih dulu ditemukan pada Senin, 26 Januari 2026. Lusia ditemukan di sekitar area rumah yang tertimbun material longsor.
Berdasarkan data yang diperoleh, Yustina dan Lusia sebelumnya dilaporkan tertimbun longsor sejak Kamis sore, 22 Januari 2026, sekitar pukul 15.00 Wita. Longsor tersebut terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah itu dan menimpa rumah warga.
Selain kedua korban meninggal tersebut, dua korban lainnya, yakni Albina Ria (49) dan Nikolaus Acan (3), sempat berhasil diselamatkan warga pada Kamis sore setelah hampir tertimbun material longsor.
Namun, Albina kemudian meninggal dunia pada Kamis malam setelah mendapat perawatan medis di Puskesmas Benteng Jawa. Sementara Nikolaus hingga kini masih menjalani perawatan medis.
Camat Lamba Leda, Vitalis Edmundus Lana mengatakan longsor terjadi pada Kamis, 22 Januari 2026, sekitar pukul 15.00 Wita. Material longsor menimpa rumah warga atas nama Kongradus Lasa.
Akibat peristiwa tersebut, sempat dilaporkan dua orang korban masih tertimbun dan dalam pencarian. Sementara dua korban lainnya berhasil dievakuasi dan mendapatkan perawatan di Puskesmas Benteng Jawa.
Namun, satu korban kemudian meninggal dunia pada Jumat, 23 Januari 2026, sehingga total korban meninggal dunia akibat longsor ini menjadi tiga orang.
Selain menimbulkan korban jiwa, bencana longsor juga menyebabkan ratusan kepala keluarga terpaksa mengungsi dari rumah mereka.
“Terdapat 2 dusun di Desa Goreng Meni yang mengungsi yaitu dusun Sosor Alo (90 KK), Dusun Buru Pote (137 KK),” ujar Camat Vitalis.
Penulis: Isno Baco

