Labuan Bajo, VoxNTT.com — Jenazah dua warga negara asing (WNA) asal Austria yang jatuh di Jembatan gantung Cunca Wulang akhirnya diterbangkan menuju Denpasar, Bali, pada Rabu 03 Juni 2026 pagi. Jenazah keduanya diberangkatkan ke Bali setelah sepuluh hari disemayamkan di RSUD Komodo.
Pemulangan jenazah kedua WNA ini, dilakukan atas permintaan resmi pihak keluarga.
Kasat Reskrim Polres Manggarai Barat, AKP Lufthi Darmawan Aditya, mengatakan, jenasah kedua korban diantar menuju Bandara Internasional Komodo dengan pengawalan ketat dari jajaran Polres Manggarai Barat tepatnya pukul 06.05 Wita.
“Jenazah kami kawal langsung dari RSUD Komodo menuju bandara. Seluruh prosedur identifikasi telah kami rampungkan untuk proses serah terima di Bali nanti,” tegas AKP Lufthi.
Setibanya di bandara pukul 06.30 Wita kata dia, peti jenazah beserta barang-barang pribadi korban tidak langsung masuk ke dalam manifes penerbangan.
Pihak Karantina Kesehatan dan Imigrasi melakukan pemeriksaan dokumen secara intensif guna memastikan kepatuhan terhadap protokol kesehatan internasional.
“Pemeriksaan ini wajib dilakukan. Ini merupakan protokol kesehatan internasional yang ketat bagi pengiriman jenazah WNA,” tambah Lufthi.
Ia menyebut, anak kandung korban dilaporkan telah menunggu di Denpasar untuk menerima langsung jenazah orang tuanya.
“Berdasarkan hasil koordinasi dengan Kedutaan Besar Austria, jenazah dikirim ke Bali untuk proses kremasi terlebih dahulu. Setelah itu, abu jenazah baru diteruskan ke Austria,” ungkap Lufthi
Seluruh barang pribadi milik pasutri tersebut juga telah dikemas dalam satu koper khusus dan dikirimkan bersamaan dengan peti jenazah.
“Korban diterbangkan menggunakan maskapai Batik Air dengan nomor penerbangan ID-6332 pada pukul 09.50 Wita menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali,” jelasnya.
Doa mengatakan, pihak RSUD Komodo mengantarkan jenasah kedua korban hingga ke tangan otoritas negara mereka. Kepala Kamar Jenazah RSUD Komodo, Agustinus Janggu kata dia, diutus langsung untuk mendampingi penerbangan tersebut berbekal kuasa resmi dari keluarga korban.
“Karena tidak ada anggota keluarga di Labuan Bajo, jenazah didampingi langsung oleh perwakilan rumah sakit untuk diserahkan kepada Kedutaan Besar Austria di Bali,” tutup Lufthi.
Penulis: Sello Jome

