Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pendidikan NTT»Polisi Bantu Siswa Sebrangi Sungai Wae Songkang di Manggarai Barat
Pendidikan NTT

Polisi Bantu Siswa Sebrangi Sungai Wae Songkang di Manggarai Barat

By Redaksi31 Januari 20263 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Iptu Polisi Inspektur Satu Arsilinus Lentar dan Aipda Mario Taek, Kanit Binmas Polsek Kuwus, tampak menggendong anak-anak sekolah saat debit air meningkat (Foto: Dok. Arsilinus Lentar)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan  Bajo, VoxNTT.com – Arus Sungai Wae Songkang di Kampung Lesem, Desa Golo Lajang, Kecamatan Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, masih menjadi hambatan bagi anak-anak sekolah yang hendak menuntut ilmu.

Setiap pagi, sungai selebar 15 hingga 20 meter itu harus diseberangi para siswa untuk menuju sekolah di wilayah seberang.

Kondisi tersebut mendorong aparat kepolisian turun langsung membantu siswa menyeberangi sungai pada 27 Januari 2026.

Dua anggota Polsek Kuwus, yakni Iptu Polisi Inspektur Satu Arsilinus Lentar dan Aipda Mario Taek, Kanit Binmas Polsek Kuwus, tampak menggendong anak-anak sekolah saat debit air meningkat.

“Kami melihat langsung kondisi di lapangan. Anak-anak ini mempertaruhkan keselamatan mereka hanya untuk bisa bersekolah, ujar Iptu Arsilinus kepada VoxNtt.com, Sabtu, 31 Januari 2026.

Menurut Arsilinus, data di lapangan mencatat sebanyak 21 siswa terdampak langsung kondisi tersebut.

Mereka terdiri dari 11 siswa Sekolah Dasar yang bersekolah di SDK Wetik dan 10 siswa Sekolah Menengah Pertama di SMP Negeri 1 Kuwus Barat.

“Seluruhnya berasal dari Kampung Lesem dan setiap hari harus menyeberangi Sungai Wae Songkang menuju Desa Golo Riwu, Kecamatan Kuwus Barat,” katanya.

Arsilinus menyebut, kondisi sungai semakin berbahaya saat musim hujan karena debit air meningkat drastis dan arus sulit diprediksi.

Keluhan atas kondisi itu tidak hanya datang dari orang tua siswa, tetapi juga dari tenaga pendidik.

Berangkat dari situasi tersebut, Polsek Kuwus melakukan langkah mitigasi dengan meninjau lokasi dan menggelar dialog lintas kampung. Kesepakatan bersama kemudian dicapai untuk membangun jembatan penyeberangan darurat.

“Kalau negara belum bisa hadir cepat lewat jembatan permanen, maka kami berinisiatif agar setidaknya ada jembatan darurat demi keselamatan mereka,” tukasnya.

Iptu Polisi Inspektur Satu Arsilinus Lentar dan Aipda Mario Taek, Kanit Binmas Polsek Kuwus bersama warga (Foto: Dok. Arsilinus Lentar)

Jembatan darurat tersebut menghubungkan Kampung Lesem, Desa Golo Lajang, Kecamatan Pacar, yang berada di wilayah hukum Polsek Macang Pacar, dengan Desa Golo Riwu, Kecamatan Kuwus Barat, wilayah hukum Polsek Kuwus.

Pembangunan jembatan dilakukan secara swadaya dengan memanfaatkan material lokal seperti bambu dan pasir.

“Kami tidak ingin menunggu korban dulu baru bertindak. Keselamatan anak-anak adalah prioritas. Pendidikan tidak boleh terhenti hanya karena mereka lahir dan tinggal di wilayah terpencil,” tegas Arsilinus.

Sementara itu, pihak sekolah mengeluarkan imbauan agar siswa dari Kampung Lesem sementara waktu menginap di rumah keluarga atau kerabat di Desa Golo Riwu selama musim hujan masih berlangsung, guna menghindari risiko menyeberangi sungai saat cuaca ekstrem.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mitigasi bencana alam yang telah dilaporkan secara resmi oleh Kapolres Manggarai Barat kepada Kapolda Nusa Tenggara Timur, dengan tembusan kepada jajaran Polda NTT.

“Di Wae Songkang, negara mungkin belum sepenuhnya hadir lewat beton dan baja. Namun hari itu, ia hadir lewat empati, lewat bahu seorang polisi, dan lewat kesadaran bahwa menggendong satu anak hari ini berarti menyelamatkan masa depan esok hari,” tutup Arsilinus.

KR: Leo Jehatu

Arsilinus Lentar Arsy Lentar Kecamatan Kuwus Kecamatan Kuwus Barat Mabar Manggarai Barat
Previous ArticleProyek Irigasi Rp102 Miliar di Pota Molor, Begini Respons Kontraktor
Next Article Kuasa Hukum: Christofel Liyanto Seharusnya Jadi Tersangka Sejak Awal Kasus Kredit Bermasalah Bank NTT

Related Posts

Seminari Kisol Luncurkan Renstra 2026–2031 untuk Hadapi Tantangan Era VUCA

5 Maret 2026

Renstra 2026–2031 Jadi Momentum Pembenahan Seminari Pius XII Kisol

5 Maret 2026

Seminari Pius XII Kisol Susun Renstra 2026–2031, Fokus pada Penguatan Kesehatan, Gizi, dan Tata Kelola

5 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.