Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pojok Info»BMKG: Hujan hingga Potensi Banjir Rob Masih Mengintai Manggarai Barat Awal Februari
Pojok Info

BMKG: Hujan hingga Potensi Banjir Rob Masih Mengintai Manggarai Barat Awal Februari

By Redaksi1 Februari 20262 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Stasiun BMKG Komodo Labuan Bajo, Maria Seran (Foto: HO)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, VoxNTT.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kondisi cuaca di Kabupaten Manggarai Barat masih dipengaruhi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat hingga 7 Februari 2026. Kondisi ini terjadi seiring masih berlangsungnya musim hujan di wilayah tersebut.

“Pada Februari ini juga masih terdapat potensi terbentuknya bibit siklon di utara Australia atau juga di Selatan Bali dan Nusa Tenggara yang dapat mempengaruhi curah hujan di wilayah Manggarai Barat,” ujar Kepala Stasiun BMKG Komodo Labuan Bajo, Maria Seran, saat dihubungi VoxNtt.com, Minggu, 1 Februari 2026.

Maria menjelaskan, kondisi perairan hingga 7 Februari menunjukkan gelombang rendah di perairan utara Labuan Bajo.

Sementara itu, perairan selatan, khususnya yang berbatasan dengan Selat Sumba, berada pada kategori gelombang sedang. BMKG menyarankan agar aspek keselamatan pelayaran disesuaikan dengan jenis kapal yang digunakan.

Seiring kondisi tersebut, BMKG juga mengingatkan masyarakat pesisir untuk mewaspadai potensi banjir rob pada awal Februari.

“Kami juga perlu mengiimbau masyarakat pesisir untuk mewaspadai potensi banjir Rob pada periode awal Februari ini yang dipicu oleh pasang maksimum laut akibat faktor astronomi dan dapat diperkuat oleh kondisi curah hujan yang masih tinggi di beberapa lokasi,” jelasnya.

Maria meminta masyarakat pesisir memperhatikan jadwal pasang surut air laut serta menyesuaikan aktivitas di wilayah pesisir dan pelayaran dengan kondisi perairan.

“Perlu tingkatkan kewaspadaan terhadap arus laut yang dapat menguat saat terjadi pasang tinggi menuju surut,” tutupnya.

Penulis: Sello Jome

BMKG Labuan Bajo Mabar Manggarai Barat Stasiun BMKG Komodo Labuan Bajo
Previous ArticleDiduga Dipengaruhi Alkohol, Mobil Innova Tabrak Truk Sampah di Labuan Bajo
Next Article Proyek Irigasi Wae Sengi Pota Diduga Dikerjakan Manual Meski Anggaran Rp102 Miliar

Related Posts

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
Terkini

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.