Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Tak Hanya di Pota, Masalah Irigasi Juga Mengantui Petani Nanga Baras
Regional NTT

Tak Hanya di Pota, Masalah Irigasi Juga Mengantui Petani Nanga Baras

By Redaksi3 Februari 20262 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Buruknya sistem irigasi di Nanga Baras, Kecamatan Sambi Rampas yang berdampak ke musim tanam petani (Foto: HO)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, VoxNTT.com – Masalah irigasi rupanya tidak hanya terjadi di Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, tetapi juga terjadi di Kelurahan Nanga Baras, Kecamatan Sambi Rampas. Sejumlah petani di wilayah itu kini menjerit akibat persoalan irigasi yang tak kunjung teratasi.

Jika di Pota dipengaruhi oleh proyek irigasi yang tak kunjung selesai dikerjakan, di Nanga Baras dipengaruhi oleh buruknya sistem irigasi, terutama pada sistem pengaturan dan distribusi air.

Pembagian air yang dinilai tidak merata membuat lahan pertanian, khususnya di wilayah barat Nanga Baras, tak lagi digarap selama tiga tahun terakhir.

Ketua Kelompok Tani Lewang Puji, Ishaka Abd Manan mengaku, sejak tahun 2023 hingga awal 2026 para petani di wilayah tersebut terus mengalami gagal tanam.

Dalam beberapa tahun terakhir, kata dia, lahan persawahan Nanga Baras bagian barat nyaris tidak digarap.

“Kalaupun dipaksakan untuk ditanami, potensi gagal panen selalu menghantui petani karena terkendala ketersediaan air,” kata Ishaka, Senin, 2 Februari 2026.

Menurutnya, persoalan utama bukan terletak pada menurunnya debit air, melainkan buruknya sistem pengaturan dan distribusi air irigasi.

“Masalah air ini terjadi bukan hanya saat musim kemarau, tetapi juga di musim hujan. Ini bukan karena debit air menurun, melainkan karena manajemen pengaturan air yang amburadul,” ungkapnya.

Ia menilai, lemahnya pengelolaan oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) serta minimnya fungsi pengawasan dari pemerintah setempat turut memperparah kondisi tersebut.

“Pengurus P3A yang sudah terbentuk terkesan tidak maksimal menjalankan tugasnya, dan pemerintah kelurahan juga kurang melakukan kontrol,” jelas Ishaka.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa sistem irigasi Nanga Baras bersumber dari Kali Wae Wera dan telah dibangun menggunakan anggaran miliaran rupiah, baik dari APBN maupun APBD.

Namun, investasi besar tersebut dinilai belum memberikan dampak signifikan bagi keberlangsungan aktivitas pertanian warga.

Kondisi nyaris serupa terjadi di Pota, yakni terlambatnya progres pengerjaan proyek irigasi senilai Rp102 miliar.

Keterlambatan tersebut berdampak langsung pada aktivitas pertanian warga. Sejumlah petani mengeluhkan berkurangnya suplai air irigasi sehingga mengganggu masa persemaian dan pengolahan sawah.

Penulis: Berto Davids

Kabupaten Manggarai Timur Kecamatan Sambi Rampas Manggarai Timur Matim Pota
Previous ArticlePilu yang Tidak Pernah Sembuh
Next Article PMI Manggarai Gelar Mini Workshop Sinergi Program Pembangunan Daerah

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026
Terkini

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.