Labuan Bajo, VoxNTT.com – Kapolsek Lembor, Vinsensius Hardi Bagus, menegaskan komitmennya dalam mengatasi kenakalan remaja dan bullying di wilayah tugasnya yang meliputi Kecamatan Lembor, Lembor Selatan, dan Welak, Kabupaten Manggarai Barat.
Hal itu disampaikannya saat menjadi salah satu pemateri dalam kegiatan Sosialisasi dan Pengukuhan Forum Anak Desa (FAD) yang dilaksanakan oleh Wahana Visi Indonesia di Aula Paroki Santa Familia Wae Nakeng, Kecamatan Lembor, Jumat, 20 Februari 2026.
Menurut Vinsensius—yang akrab disapa Vinsen—kenakalan remaja dapat disebabkan oleh faktor internal maupun eksternal. Pada faktor internal, ia menyebut terdapat dua penyebab utama, yakni krisis identitas dan kontrol diri yang lemah.
“Untuk kristis identitas, kenakalan remaja dapat disebabkan karena remaja ingin mencari jati diri. Karena kegagalan mencari jati diri makanya remaja dapat melakukan berbagai kenakalan,” ujar Vinsen.
“Sementara untuk kontrol diri yang lemah dikarenakan tidak dapat mengontrol diri, padahal mereka sudah tahu bahwa hal yang mereka lakukan salah.”
Adapun faktor eksternal, kata dia, bisa dipicu oleh kurangnya perhatian orang tua, minimnya pengetahuan agama, serta pengaruh lingkungan sekitar.
Selain membahas kenakalan remaja, Vinsen juga menjelaskan berbagai bentuk perundungan atau bullying yang kerap terjadi di kalangan anak dan remaja. Ia menyebut terdapat empat model bullying.
“Yang pertama itu ada bullying fisik, bullying verbal, bullying relasional dan cyber bullying,” jelasnya.
Vinsen mengatakan, tindakan bullying dapat menimbulkan trauma mendalam bagi korban, bahkan berpotensi menghilangkan nyawa.
Karena itu, ia meminta para remaja untuk berani melerai jika menemukan tindakan perundungan serta menjadi pribadi yang mendamaikan di lingkungan masing-masing.
“Jika menemukan hal seperti itu bisa langsung lapor ke pihak berwajib,” pintanya.
Penulis: Sello Jome

