Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Catut Nama Tuhan, Anyo Sumbiasi Tipu ASN Cantik Asal Sumba hingga Rugi Lebih dari Rp100 Juta
HUKUM DAN KEAMANAN

Catut Nama Tuhan, Anyo Sumbiasi Tipu ASN Cantik Asal Sumba hingga Rugi Lebih dari Rp100 Juta

By Redaksi20 Maret 20263 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Carolina Mila, ASN cantik asal Sumba yang menjadi korban penipuan Anyo Sumbiasi hingga merugi ratusan juta rupiah (Foto: HO)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, VoxNTT.com – Karlolina Mila, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) asal Sumba, menjadi korban dugaan penipuan yang dilakukan oleh Anyo Sumbiasi, warga Kelurahan Towak, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo.

Anyo sendiri merupakan lulusan Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero dengan gelar S.Fil. Sebelum menghilang, Anyo kerap mengaku sebagai wartawan dan aktif membuat tulisan untuk memojokkan pihak-pihak yang mengeritik perilaku nakal oknum anggota polisi di Polres Nagekeo.

Ia juga aktif menulis hal – hal baik tentang AKP Serfolus Tegu, Mantan Kabag OPS Polres Nagekeo yang telah dimutasi.

Di Nagekeo, AKP Tegu diduga terlibat dalam banyak skandal kejahatan termasuk kasus prostitusi terselubung Cokelat Cafe hingga menewaskan anggota polisi dan seorang wanita yang tengah hamil 6 bulan.

Meski ia dihadapi pada sejumlah deretan kejahatan, AKP Serfolus Tegu justru hanya dimutasi ke Polres Ngada karena terbukti mengintimidasi mahasiswa asal Nagekeo, Narsinda Tursa.

Kini nama AKP Serfolus Tegu kembali diseret dalam pusaran kasus penipuan seorang ASN asal Sumba, Carolina Mila hingga mengalami kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Dalam keterangan kepada VoxNtt.com pada 20 Maret 2026, Carolina mengaku bahwa Anyo telah berkomplot dengan AKP Serfolus Tegu dengan mengaku bahwa keduanya sedang terlibat masalah utang piutang.

“Anyo bilang kalau dia tidak segera kembalikan uangnya Pak Tegu, maka Pak Tegu akan segera tangkap dia,” ujar Carolina.

Dugaan kasus penipuan yang menyeret nama Anyo Sumbiasi ini tergolong langka dan sistematis. Selain menyeret nama AKP Serfolus Tegu, Anyo juga mencatut nama Tuhan untuk meyakinkan Carolina.

Anyo merupakan mantan pegawai Koperasi Pintu Air yang dipecat karena menggelapkan dana nasabah. Ia mencatut nama Tuhan untuk mengelabui Carolina dengan menyebut bahwa Carolina adalah orang yang dipilih Tuhan untuk menolong masalah keuangannya melalui perantaraan Roh Kudus dalam sebuah doa novena.

Karenanya, Carolina mulai menggadaikan SK PNS dan meminjam dipihak lain dengan bunga 15 persen. Jika ditotal antara bunga dan pokok pinjaman, Carolina kini harus menanggung beban utang senilai Rp270 juta.

Karlolina, yang akrab disapa Kori, kepada wartawan menuturkan bahwa perkenalannya dengan Anyo bermula dari grup WhatsApp alumni SMA di Sumba Barat Daya. Keduanya diketahui berasal dari sekolah yang sama.

“Awalnya dia hubungi saya secara pribadi, lalu mulai curhat soal utang piutang yang katanya melibatkan seorang mantan Kabag Ops Polres Nagekeo,” ungkap Kori.

Dalam percakapan tersebut, Anyo mengaku tengah terlilit utang dan terancam akan ditangkap jika tidak segera melunasi kewajibannya.

“Kalau saya tidak bantu dia, Pak Tegu akan tangkap saya,” ujar Kori menirukan pernyataan Anyo saat itu.

Tergerak oleh rasa iba, sejak Juli 2025, Kori yang merupakan PNS di Puskesmas Wawewa Barat itu mulai melakukan beberapa kali transaksi dengan mentransfer sejumlah uang kepada Anyo dengan total mencapai ratusan juta rupiah.

Namun, setelah menerima uang, Anyo justru menghilang dan memutus komunikasi. Merasa ditipu, Kori akhirnya mendatangi Kabupaten Nagekeo pada awal Februari 2026 untuk mencari pelaku.

Upaya tersebut membuahkan hasil setelah Lurah Towak membantu mempertemukan keduanya. Dalam pertemuan itu, Anyo telah menandatangani surat pernyataan dengan komitmen agar bisa mengembalikan seluruh uang milik Kori dengan cara mencicil.

Kepada korban, Anyo mengaku bekerja sebagai pegawai di bank kapital dengan gaji dan tunjangan yang lumayan besar.

Namun belakangan, Kori mulai menduga bahwa pengakuan tersebut hanyalah modus kejahatan. Ia pun kini mendesak agar Anyo segera memberikan jaminan aset sebagai bentuk tanggung jawab.

“Saya hanya minta dia punya itikad baik, kalau bisa ada jaminan supaya uang itu bisa kembali. Ini untuk biaya sekolah anak-anak saya,” tegas Kori

Sementara itu, keberadaan Anyo Sumbiasi hingga kini masih misterius. Seorang warga Dan ga Au juga sedang mencari Anyo atas tuduhan penggelapan sepeda motor.

Penulis: Patrianus Meo Djawa

Cokelat Cafe Kabupaten Nagekeo Nagekeo
Previous ArticleRismon Balik Arah, Tak Membuat Ijazah Jokowi Asli

Related Posts

Polairud Gagalkan Penyelundupan 1,7 Ton Minyak Tanah, DPRD Mabar Minta Pengawasan BBM Diperketat

19 Maret 2026

Jalan Hotmix Baru Sepekan Rusak, Proyek Rp18 Miliar di Nagekeo Disorot

18 Maret 2026

Kuasa Hukum Minta Penyidik Periksa Dewan Pengawas Notaris dalam Kasus Albert Riwu Kore

17 Maret 2026
Terkini

Catut Nama Tuhan, Anyo Sumbiasi Tipu ASN Cantik Asal Sumba hingga Rugi Lebih dari Rp100 Juta

20 Maret 2026

Rismon Balik Arah, Tak Membuat Ijazah Jokowi Asli

19 Maret 2026

Polairud Gagalkan Penyelundupan 1,7 Ton Minyak Tanah, DPRD Mabar Minta Pengawasan BBM Diperketat

19 Maret 2026

Pasola Sumba sebagai Identitas Budaya yang Menghidupkan

19 Maret 2026

Pemuda 21 Tahun Tewas Tenggelam di Pelabuhan Wae Kelambu Labuan Bajo

19 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.