Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Aktivis PMKRI Desak Pemkab TTU Bangun BLK untuk Kaum Muda
NTT NEWS

Aktivis PMKRI Desak Pemkab TTU Bangun BLK untuk Kaum Muda

By Redaksi1 Mei 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Salah seorang aktivis PMKRI Cabang Kefamenanu sedang melakukan orasi saat mimbar bebas di depan Margasiswa
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu,Vox NTT– Belasan aktivis PMKRI Cabang Kefamenanu mendesak Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (Pemkab TTU) agar segera membuka Balai Latihan Kerja (BLK) untuk kaum muda yang berada di daerah itu.

Hal tersebut bertujuan agar kaum muda dapat membuka lapangan kerja sendiri, sehingga tidak gampang dibujuk oleh para pelaku human trafficking.

Belasan aktivis PMKRI Cabang Kefamenanu mendesak buka BLK saat melakukan aksi mimbar bebas di depan Margasiswa yang berada di Jalan L. Lake, Naesleu, Senin (1/2/2017).

Aksi mimbar bebas tersebut dilakukan untuk memperingati hari buruh sedunia yang biasanya diperingati setiap tanggal 1 Mei tiap tahunnya.

Selain meminta buka BLK, dalam pernyataan sikap yang diterima VoxNtt.com, para aktivis tersebut juga meminta Disnakertrans TTU agar memperketat pengawasan terhadap upah tenaga kerja.

Sehingga para tenaga kerja dapat menerima upah sesuai UMK kabupaten TTU yakni Rp 1.250.000.

Pantauan VoxNtt.com, aksi mimbar bebas tersebut berjalan aman di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian dari Polres TTU.

Pihak keamanan dipimpin langsung oleh Kapolres TTU, AKBP Rishian Krisna Budhiaswanto.

Ketua Presedium PMKRI Cabang Kefamenanu Maria Selfiana Sila ketika ditemui usai aksi mimbar bebas mengungkapkan, salah satu faktor yang menyebabkan tingginya angka korban human trafficking dari Kabupaten TTU yakni minimnya lapangan kerja yang tersedia di daerah itu.

“Jangan heran kalau banyak masyarakat TTU yang menjadi korban bahkan ada yang kembali sudah dalam keadaan meninggal, lapangan kerja saja minim sekali,” ungkap mahasiswi Universitas Timor tersebut.

Selain minim lapangan kerja kata Selfi, rendahnya keterampilan yang dimiliki oleh masyarakat terutama angkatan kerja menjadi salah satu faktor utama tingginya angka korban human trafficking dari Kabupaten TTU.

Karena itu, tuntutan pembangunan BLK merupakan kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi oleh pemerintah daerah.

Selfi menegaskan PMKRI tak akan berhenti mendesak Pemkab TTU agar membuka BLK untuk meminimalisasi angka korban human trafficking. (Eman Tabean/VoN)

TTU
Previous ArticlePengurus KKNTT Sulteng Siap Tatap Muka dengan BKH
Next Article Merajut Kebersamaan dalam “Ako Woja”

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.