Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Petani Desa Meler Sukses Budidayakan Bawang Merah di Daerah Dingin
Regional NTT

Petani Desa Meler Sukses Budidayakan Bawang Merah di Daerah Dingin

By Redaksi29 Mei 20262 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Anggota DPRD Kabupaten Manggarai, Aleksius Armanjaya saat meninjau saat mengunjungi Kelompok tani di Desa Meler, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai (Foto: HO)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, VoxNTT.com – Kelompok tani di Desa Meler, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, berhasil membudidayakan bawang merah di wilayah berhawa dingin. Keberhasilan tersebut menjadi terobosan baru di sektor pertanian Manggarai karena bawang merah selama ini identik ditanam di daerah dataran rendah dengan suhu panas.

Saat ini, para petani di Desa Meler tengah bersiap menghadapi panen raya bawang merah hasil budidaya mereka.

Salah satu anggota kelompok tani Desa Meler, Bapa Stanis, mengatakan kualitas bawang merah yang ditanam di wilayah tersebut tidak kalah dengan daerah lain yang selama ini dikenal sebagai sentra bawang merah.

“Usia perawatan bawang merah ini sekitar 60 sampai 70 hari. Hebatnya, dari satu umbi yang kita tanam, bisa menghasilkan 20 sampai 25 biji bawang baru,” ujar Bapa Stanis.

Keberhasilan budi daya bawang merah di daerah dingin itu mendapat apresiasi dari Anggota DPRD Kabupaten Manggarai, Aleksius Armanjaya. Ia meninjau langsung lokasi pertanian bersama Dinas Pertanian dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Ruteng.

Pria yang akrab disapa Lexy itu mengaku bangga dengan kegigihan para petani Desa Meler dalam mengembangkan komoditas bawang merah di wilayah dataran tinggi.

“Saya percaya bahwa setiap tanah punya potensi. Bukan jenis tanah yang menentukan hasil panen, tapi bagaimana cara kita memperlakukannya,” tegas Lexy.

“Dengan sentuhan pengelolaan yang tepat, lahan dingin ini terbukti mampu menghasilkan bawang merah yang segar, beraroma kuat, dan bernilai jual tinggi,” sambungnya.

Lexy menilai budidaya bawang merah di daerah dingin memiliki potensi ekonomi yang besar bagi masyarakat.

Karena itu, ia meminta Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai untuk mengembangkan budi daya bawang merah dalam skala lebih luas.

Menurut legislator dari daerah pemilihan Ruteng-Lelak-Rahong Utara itu, kelompok tani Desa Meler telah membuktikan bahwa usaha budidaya bawang merah di wilayah dingin dapat memberikan keuntungan jika dikelola secara profesional.

“Budidaya bawang merah di wilayah dingin ini bisa menjadi pilar baru untuk kesejahteraan rakyat,” lanjut Lexy.

Ia juga mendorong Dinas Pertanian bersama para PPL untuk segera membuat pilot project budidaya bawang merah di 10 desa di Kabupaten Manggarai. Desa-desa tersebut nantinya akan dijadikan desa binaan dengan pendampingan intensif dari pemerintah.

“Dinas Pertanian harus mengoptimalkan kelompok tani yang ada dan langsung tancap gas mengelola potensi bawang merah daerah dingin ini!” pungkas Lexy menyemangati.

Penulis: Herry Mandela

Desa Meler Kabupaten Manggarai Kecamatan Ruteng Lexy Armanjaya Manggarai
Previous ArticleKetimpangan Infrastruktur di Desa Berkedok Julukan Manis: Desa Seribu Air Terjun
Next Article GAMKI NTT Luncurkan ‘Road to Event Academy’ untuk Cetak SDM Ekonomi Kreatif

Related Posts

Rokok Ilegal Humer Diduga Kuasai 50 Persen Pasar Manggarai, Bea Cukai Turunkan Tim Penindakan

19 Juni 2026

Andy Liwun Minta Warga Tanjung Bunga Bersabar, Pekerjaan Jalan Latonliwo–Patisirawalang Tunggu Rekomendasi Tipikor

14 Juni 2026

Warga Kampung Barang Gelar Roko Molas Poco, Tiang Utama Rumah Adat Gendang Diarak ke Lokasi Pembangunan

11 Juni 2026
Terkini

Rokok Ilegal Humer Diduga Kuasai 50 Persen Pasar Manggarai, Bea Cukai Turunkan Tim Penindakan

19 Juni 2026

Yohanes Rumat Tanggapi Kritik atas Terpilihnya Kembali sebagai Ketua DPC PKB Manggarai Timur

18 Juni 2026

Kasus Dugaan Korupsi RSU Undana Kupang Naik ke Tahap Penyidikan

18 Juni 2026

Ketika Pendidikan Anak Terancam, Di Mana Peran Keluarga?

16 Juni 2026

Dua Anggota Eks Polres Nagekeo Terseret Skandal, Satu DPO dan Satu Lolos lewat Restorative Justice

16 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.