Kupang, VoxNTT.com – Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero akan menggelar Konser Musik dan Pentas Seni di Auditorium Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang pada Sabtu, 11 Juli 2026. Kegiatan itu digelar sebagai bagian dari penggalangan dana untuk renovasi bangunan biara dan pengembangan Seminari Tinggi Ledalero.
Alumni Ledalero sekaligus panitia pelaksana, Isidorus Lilijawa, mengatakan kegiatan tersebut mendapat dukungan dari para alumni dan orang tua mahasiswa. Ia berharap konser itu tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga mampu menginspirasi masyarakat untuk semakin menghayati iman dan menumbuhkan panggilan sebagai misionaris.
“Mudah mudahan bisa menginspirasi banyak orang untuk masuk iman dan jadi misionaris. Kita tetap suport Ledalero mudahan doa dan dukungan dari umat bisa membuat Ledalero semakin berbenah,” jelas Iso.
Moderator Ledalero Choir, Pater Rolan Lima Letu, SVD, mengatakan konser tersebut merupakan penyelenggaraan yang keempat setelah sebelumnya digelar di Jakarta, Flores, Surabaya, dan Denpasar. Tahun ini, konser untuk pertama kalinya digelar di Pulau Timor.
“Konser ini kami lakukan kali yang ke empat. Di jakarta Flores, Surbaya dan Denpasar kali ini di Pulau Timor. Esok 11 Juli di Undana Kupang,” katanya.
Menurut Pater Rolan, tujuan utama konser adalah menggalang dana bagi Seminari Tinggi Ledalero.
Ia menjelaskan renovasi bangunan biara membutuhkan anggaran sekitar Rp1,5 miliar. Melalui konser tersebut, pihaknya berharap dapat menggugah kepedulian masyarakat untuk membantu pembiayaan renovasi sekaligus mendukung pendidikan para frater di Ledalero.
Selain menempuh pendidikan filsafat dan bidang ilmu lainnya, para frater juga mengembangkan bakat di bidang musik dan seni sebagai bagian dari pembinaan serta pelayanan.
Selain memenuhi kebutuhan operasional dan biaya hidup para frater, dana yang terkumpul juga akan digunakan untuk pembangunan gedung di kompleks Ledalero.
“Kami di Ledalero bangunan sudah tua dan usang,” katanya.
Pater Rolan menjelaskan konser itu merupakan kegiatan berskala besar yang melibatkan berbagai komponen, terutama para alumni. Pertunjukan akan menghadirkan lagu-lagu rohani dalam bahasa Indonesia, Inggris, dan Spanyol yang mengangkat tema kehidupan spiritual, dipadukan dengan musik klasik dan pertunjukan budaya. Panitia juga akan menggelar lelang lukisan yang dibuat secara langsung oleh seorang frater selama konser berlangsung serta melelang topi ti’i langga karya seorang pater.
“Kami melibatkan mahasiswa pendidikan musik Unwira Kupang mereka akan menampilkan lagu instrumen daerah,” tambahnya.
Ketua Panitia Pelaksana, Kristo Blasin, mengatakan para alumni dipercaya menjadi penyelenggara konser tersebut.
“Kami bersyukur karena memberikan kami para alumni kepercayaan,” katanya.
Kristo menjelaskan persiapan konser dilakukan secara sinergis bersama berbagai elemen, termasuk organisasi kepemudaan Katolik, dan telah berlangsung sekitar satu bulan.
Ia mengajak masyarakat membeli tiket dan menghadiri konser yang menawarkan pertunjukan berkelas dunia dengan harga yang terjangkau.
Menurut dia, keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan agar Ledalero dapat terus mendidik calon imam yang akan berkarya di berbagai belahan dunia.
“Ini lembaga besar yang perlu perhatian kita semua. kegiatan dimulai jam 5 tiket seharga 20.000. Target panitia 500 sampai 600 juta,” pungkasnya.
Penulis: Ronis Natom

