Labuan Bajo, VoxNTT.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat mencatat jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di daerah itu meningkat pada semester I 2026. Hingga pertengahan tahun, tercatat sebanyak 745 ODGJ, naik dibandingkan 730 kasus pada 2025.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat, Theresia Primadona Asmon, mengatakan jumlah ODGJ terbanyak berada di wilayah kerja Puskesmas Wae Nakeng. Pada semester I 2026, puskesmas tersebut menangani 87 ODGJ, meningkat dari 78 pasien pada 2025.
Menurut Theresia, pelayanan kesehatan jiwa di Kabupaten Manggarai Barat telah dilaksanakan melalui seluruh puskesmas dan didukung oleh fasilitas pelayanan rujukan.
Perempuan yang akrab disapa Ney itu mengungkapkan, pada 2026 masih ditemukan 35 kasus pemasungan yang tersebar di sejumlah wilayah kerja puskesmas di Manggarai Barat.
Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan perlunya penguatan pelayanan kesehatan jiwa, pendampingan kepada keluarga pasien, serta koordinasi lintas sektor untuk mencegah dan menangani praktik pemasungan.
“Kabupaten Manggarai Barat belum memiliki psikolog klinis pada fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah,” kata dia saat dikonfirmasi VoxNTT.com, Jumat, 31 Juli 2026.
Theresia mengatakan, layanan spesialistik kesehatan jiwa saat ini didukung oleh seorang psikiater yang bertugas di RSUD Komodo.
Meski demikian, pemerintah daerah terus mengupayakan ketersediaan obat-obatan kesehatan jiwa guna menjamin keberlangsungan pengobatan bagi ODGJ.
“Sedangkan layanan rehabilitasi masih dilaksanakan melalui jejaring rujukan dan kerja sama lintas sektor sesuai kebutuhan pasien,” lanjut dia.
Ia menambahkan, penanganan ODGJ di Kabupaten Manggarai Barat tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, termasuk tokoh-tokoh agama, agar upaya pemulihan dan pendampingan pasien dapat berjalan lebih optimal.
Penulis: Sello Jome

