Jakarta, VoxNTT.com – Staf Khusus Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Bidang Pemenuhan HAM, Yosef Sampurna Nggarang, menegaskan bahwa wartawan hukum merupakan mitra strategis pemerintah dalam memajukan penghormatan dan penegakan hak asasi manusia di Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan Yos saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 Ikatan Wartawan Hukum (IWAKUM) di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Jumat malam, 31 Juli 2026. Dalam kegiatan tersebut, Yos hadir sebagai pembicara utama (keynote speech).
Acara itu dihadiri para jurnalis yang meliput isu-isu hukum, praktisi hukum, mantan Ketua KPK Nawawi Pomolango yang kini menjabat Ketua Pengadilan Tinggi Kalimantan Selatan, Hakim Ad Hoc Andi Saputra, serta pengurus PERADI.
Dalam sambutannya, Yos menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada IWAKUM sekaligus mengapresiasi kontribusi organisasi tersebut dalam memperkuat profesionalisme wartawan hukum, menjaga kemerdekaan pers, dan mendukung penguatan negara hukum.
“Kementerian Hak Asasi Manusia mengucapkan selamat HUT ke-4 IWAKUM dan mengapresiasi kontribusinya dalam memperkuat profesionalisme wartawan hukum, kemerdekaan pers, serta penguatan negara hukum,” kata Yos.
Ia menegaskan, kebebasan pers, kebebasan berekspresi, dan hak masyarakat memperoleh informasi merupakan bagian dari hak asasi manusia yang wajib dijamin dalam negara demokratis.
Menurut Yos, jurnalisme hukum perlu dijalankan dengan perspektif HAM, antara lain menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah, melindungi hak korban dan kelompok rentan, serta menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.
“Pers tidak hanya menyampaikan fakta, tetapi juga berperan sebagai sarana edukasi publik untuk membangun budaya hukum yang adil dan menghormati nilai-nilai kemanusiaan,” ujarnya.
Yos menambahkan, Kementerian HAM memandang wartawan hukum sebagai mitra strategis dalam memperkuat penghormatan dan penegakan HAM di Indonesia. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, media, akademisi, aparat penegak hukum, dan masyarakat sipil perlu terus diperkuat.
Pada kesempatan tersebut, Yos juga mengapresiasi solidaritas IWAKUM terhadap para jurnalis yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).
Ia berharap IWAKUM terus berkembang sebagai organisasi wartawan yang profesional, independen, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi penguatan demokrasi, negara hukum, dan keadilan di Indonesia. [VoN]

