Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Organisasi Sipil Berperan Penting Dukung Investasi Hijau
Ekbis

Organisasi Sipil Berperan Penting Dukung Investasi Hijau

By Redaksi3 Agustus 20263 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Direktur Angin Dampak Jaya, Saskia Tjokro, saat sesi panel bertajuk The Race Up the Green Value Chain: Is Downstreaming Powering Indonesia's Growth? pada rangkaian Indonesia Net Zero Summit (INZS) 2026 di Balai Kartini, Jakarta, Sabtu, 1 Agustus 2026 (Foto: HO)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Jakarta, VoxNTT.com – Direktur Angin Dampak Jaya, Saskia Tjokro, menegaskan organisasi masyarakat sipil (civil society organization/CSO) memiliki peran penting dalam mendukung investasi hijau di Indonesia.

Menurut dia, laporan dan temuan masyarakat terkait praktik lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan (environmental, social, and governance/ESG) menjadi salah satu pertimbangan investor global sebelum menanamkan modal.

“CSO memiliki peran penting menyuarakan berbagai persoalan yang tidak terlihat di permukaan. Informasi tersebut menjadi bagian dari mekanisme whistleblowing yang turut memengaruhi keputusan investasi,” katanya dalam sesi panel bertajuk The Race Up the Green Value Chain: Is Downstreaming Powering Indonesia’s Growth? pada rangkaian Indonesia Net Zero Summit (INZS) 2026 di Balai Kartini, Jakarta, Sabtu, 1 Agustus 2026.

Saskia berharap organisasi masyarakat sipil semakin aktif mengawal implementasi komitmen keberlanjutan perusahaan.

Menurut dia, pengawasan tersebut penting agar hilirisasi di Indonesia tidak hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan lingkungan secara berkelanjutan.

Dalam forum yang juga menghadirkan Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia Fransiscus Soerjopranoto, Direktur Eksekutif CERAH Agung Budiono, dan Direktur Energy Shift Indonesia Putra Adhiguna itu, para pembicara membahas strategi Indonesia sebagai produsen nikel terbesar di dunia untuk meningkatkan nilai tambah melalui hilirisasi yang berkelanjutan.

Saskia menilai hilirisasi mineral kritis tidak akan memberikan manfaat ekonomi maksimal apabila hanya berfokus pada aktivitas ekstraksi sumber daya alam tanpa membangun ekosistem industri yang mampu menciptakan nilai tambah dan menarik investasi jangka panjang.

Menurut dia, keberhasilan hilirisasi tidak cukup diukur dari banyaknya tambang atau smelter yang dibangun.

Indonesia, kata dia, perlu membangun ekosistem industri yang mampu mendorong inovasi, transfer teknologi, serta membuka lapangan kerja berkualitas.

Ia mencontohkan kawasan Weda Bay yang dikembangkan sebagai proyek percontohan ekosistem industri pemerintah dan kini menjadi perhatian sejumlah negara, seperti Ghana, Uganda, dan Kolombia.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pembangunan industri juga membawa konsekuensi berupa dampak sosial dan lingkungan yang harus diawasi secara serius.

Selain memiliki kekayaan mineral, Indonesia juga dinilai memiliki modal besar berupa sumber daya manusia.

Saskia mengatakan jutaan mahasiswa yang lahir setiap tahun merupakan potensi untuk memperkuat inovasi nasional apabila didukung ekosistem riset, perlindungan hak kekayaan intelektual, serta kolaborasi dengan laboratorium dan institusi internasional.

Dalam paparannya, Saskia menegaskan investasi hijau tidak boleh bersifat eksploitatif.

“Ketika berinvestasi, kami tidak melakukannya secara ekstraktif. Tujuan investasi harus memiliki manfaat yang baik secara inheren, bukan hanya mengejar keuntungan ekonomi semata,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa investor berdampak (impact investor) tetap mempertimbangkan keuntungan finansial. Karena itu, pemerintah dinilai perlu menetapkan regulasi yang lebih jelas mengenai standar keberlanjutan, termasuk indikator ketenagakerjaan, keselamatan kerja, dan dampak lingkungan.

Menurutnya, standar tersebut tidak boleh hanya menjadi bahan negosiasi antara investor dan pelaku usaha, melainkan harus menjadi ketentuan yang wajib dipenuhi.

Saskia juga menyoroti bahwa lebih dari 60 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia masih bergantung pada ekstraksi sumber daya alam.

Kondisi itu, menurut dia, menunjukkan transformasi menuju ekonomi berbasis industri bernilai tambah masih menjadi pekerjaan besar.

Ia mengingatkan Indonesia berpotensi mengalami fenomena resource curse atau kutukan sumber daya alam apabila terus bergantung pada ekspor komoditas mentah tanpa mengembangkan industri hilir.

Sebagai contoh, ia menyinggung Kolombia yang telah puluhan tahun menjadi salah satu produsen tembaga terbesar di dunia, namun belum sepenuhnya berhasil meningkatkan nilai tambah melalui industrialisasi. [VoN]

Angin Dampak Jaya Direktur Angin Dampak Jaya Saskia Tjokro
Previous ArticleKejari Manggarai Pastikan Kasus Eks Kadis DP3AKB Diproses Sesuai Prosedur

Related Posts

Jejak Rokok Ilegal Helium di Nagekeo: Beredar Bebas, Polisi Menunggu Laporan

12 Juni 2026

Gubernur NTT Lantik Direksi PT Flobamor dan KIB, Pemprov NTT Tambah Modal

27 Mei 2026

Pabrik Porang Reok Beroperasi hingga Pagi, Warga Keluhkan Kebisingan Mesin

4 Mei 2026
Terkini

Organisasi Sipil Berperan Penting Dukung Investasi Hijau

3 Agustus 2026

Kejari Manggarai Pastikan Kasus Eks Kadis DP3AKB Diproses Sesuai Prosedur

3 Agustus 2026

Spesialis Tendang Bebas Jeims Moa Antar Desa Pinggang FC Raih Podium Dua di Turnamen U15 Kecamatan Cibal

2 Agustus 2026

Dua Rumah di Reok Barat Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp300 Juta

2 Agustus 2026

Herry Baben: Tak Ada yang Kaya karena Judi Online, yang Ada Justru Hancur

2 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.