Borong, VoxNTT.com – Halaman Kampung Tango Bali, Desa Lencur, Kecamatan Lamba Leda Utara, mengalami keretakan setelah gempa bumi yang terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pagi.
Kerusakan tersebut menjadi perhatian warga karena Kampung Tango Bali berada di lereng bukit. Selain halaman kampung yang retak, sebanyak 32 rumah warga dilaporkan hancur dan berantakan akibat gempa.
Warga Kampung Tango Bali, Kristoforus Karno, mengatakan kondisi tersebut membuat warga khawatir, terlebih lokasi permukiman berada di kawasan lereng bukit.
Kristoforus berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk mencari solusi atas kondisi yang dialami warga pascagempa. Menurutnya, perhatian pemerintah juga diperlukan untuk memenuhi kebutuhan warga yang kini mengungsi.
Warga saat ini mengungsi di tenda pengungsian yang berlokasi di Golo Kawe yang agak jauh dari Kampung Tango Bali. Tempat tersebut dipilih warga karena dinilai lebih aman dari kondisi permukiman mereka.
“Kami berharap pemerintah segera mencari solusi atas bencana ini, termasuk membantu kebutuhan warga di tenda pengungsian di Golo Kawe,” kata Kristoforus, Senin, 17 Agustus 2026 sore.
Ia berharap penanganan pascabencana dapat segera dilakukan, terutama terhadap kondisi rumah-rumah yang rusak serta keamanan lokasi permukiman yang berada di lereng bukit.
“Tidak ada korban jiwa, tapi ada yang luka parah 10 orang dan luka ringan 10 orang,” terang Kristoforus.
Sementara itu, Kepala BPBD Manggarai Timur Agus Salim belum merespons upaya konfirmasi VoxNtt.com.

