Borong, VoxNTT.com – Kasus kematian Selvina Tijung, ibu hamil korban gempa asal Desa Satar Punda Barat, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali menjadi sorotan.
Suami Selvina membantah klaim RSUD Borong yang menyebut istrinya sempat meminta maaf kepada tenaga kesehatan setelah persoalan penundaan operasi caesar viral di media sosial.
Klarifikasi tersebut disampaikan manajemen RSUD Borong pada Selasa, 31 Agustus 2026. Pihak rumah sakit menyebut Selvina sempat meminta maaf kepada petugas setelah mengetahui persoalan terkait penundaan operasi caesar menjadi perbincangan di media sosial Facebook.
“Almarhumah Ibu S, setelah kejadian tersebut, setelah adanya viral dan lain-lain, yang mendengar hal tersebut, dia langsung meminta maaf secara pribadi kepada petugas dengan menarik tangan petugas sambil mengucapkan, ibu, minta maaf saya tidak tahu kalau hal ini sudah terjadi seperti ini,” ungkap Humas RSUD Borong, Mariana M. Galis, saat konferensi pers pada Selasa, 31 Agustus 2026.
Mariana mengatakan permintaan maaf tersebut disampaikan Selvina saat didampingi suaminya.
Namun, Petrus Folier Insano, suami Selvina, membantah pernyataan tersebut. Ia mengatakan kondisi istrinya saat itu sudah sangat lemah sehingga tidak mungkin melakukan tindakan seperti yang disampaikan pihak rumah sakit.
“Itu omong kosong. Tidak pernah. Dengan saya suaminya saja tidak pernah omong. Sangat tidak mungkin maaf sementara mau minum air saja saya yang suap. Apalagi dia mau tarik tangan Nakes. Dia sudah tidak berdaya. Badannya lemas semua,” ungkap Petrus saat dikonfirmasi melalui telepon pada Kamis, 3 September 2026.
Petrus menegaskan pernyataan pihak RSUD Borong mengenai istrinya meminta maaf kepada tenaga kesehatan adalah tidak benar.
Kasus ini bermula dari unggahan akun Facebook Eccel J pada Sabtu, 28 Agustus 2026. Dalam unggahan tersebut, Eccel menyoroti kondisi Selvina yang disebut telah dua hari berada di ruang VK atau ruang bersalin RSUD Borong tanpa menjalani operasi caesar.
Eccel mendatangi ruang bersalin pada Sabtu sore sebagai keluarga pasien. Ia menanyakan kepada tenaga kesehatan yang bertugas mengenai waktu operasi Selvina.
Menurut Eccel, tenaga kesehatan yang bertugas justru membentaknya dan menyampaikan bahwa hanya suami pasien yang berhak menanyakan kondisi tersebut.
“Padahal saya sebagai keluarga hanya mau menanyakan itu karena memang dari puskesmas Dampek disampaikan pasien harus dioperasi makanya dirujuk ke RSUD Borong,” kata Ecel.
Unggahan tersebut kemudian memicu perbincangan di media sosial Facebook.
Pada Sabtu malam, setelah persoalan tersebut viral, pihak RSUD Borong melakukan operasi caesar terhadap Selvina. Bayi yang dilahirkan dalam kondisi selamat.
Namun, Selvina mengalami koma setelah operasi. Sehari kemudian, pada Minggu, 29 Agustus 2026, Selvina meninggal dunia.
Perbedaan keterangan antara pihak keluarga dan manajemen RSUD Borong kini menjadi bagian dari sorotan dalam kasus kematian ibu hamil tersebut.
Kontributor: Nansi Taris

