Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NASIONAL»Muslimat NU NTT: Peran Ibu Sangat Besar Menangkal Radikalisme
NASIONAL

Muslimat NU NTT: Peran Ibu Sangat Besar Menangkal Radikalisme

By Redaksi7 Juni 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Illustrasi Muslimat NU (Foto: NuOnline)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kota Kupang, Vox NTT-Acara buka puasa bersama umat muslim dan ormas Islam se Kota Kupang di Salebes Resto Kelurahan Kayu Putih, Minggu (04/06/2017) diikuti dengan pernyataan menolak paham radikalisme masuk ke NTT.

Salah satunya disampaikan oleh Ketua Muslimat Nahdatul Ulama (NU) Provinsi NTT, Hj Nurny H. Amirudin.

Nurny mengatakan kaum ibu sangat berperan penting untuk menangkal paham radikalisme bagi anaknya karena memiliki sensitivitas dalam mengenali perilaku dan perubahan sikap anak.

Selain itu, umumnya ibu lebih dekat dengan anak-anaknya. Ibu mempunyai peran besar dalam menghadapi segala persoalan di keluarga dan dalam proses mendidik anak tak terkecuali dalam mencegah penyebaran radikalisme pada anak.

Melalui perannya, kaum ibu rumah tangga bisa menangkal paham radikal yang mengarah pada terorime termasuk Islamic State Iraq and Syiria (ISIS).

“Kalau ada idiom syiar agama Islam pakai kekerasan dan melakukan kejahatan kemanusiaan, kita semua harus bergandeng tangan untuk menolak itu. Anak-anak ini generasi penerus bangsa, jangan sampai mereka dicuci otaknya menjadi kelompok radikal ” imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua MUI Kabupaten Ende, H. Yusuf Muhamad Toyib.

Yusuf mengatakan pada tanggal 1 Juni kemarin pengurus orams Islam bersama jajaran MUI Kabupaten Ende telah menyatakan sikap secara tegas untuk menolak dan membubarkan ormas radikal seperti HTI dan FPI.

“Kami telah membuat surat pernyataan untuk menolak keberadaan HTI dan FPI di wilayah Kabupaten Ende, pernyataan disampaikan pada upacara peringatan hari laih Pancasila 1 Juni, pernyataan itu dilakukan dengan tandatangan dan telah diterima oleh pihak Kementrian,”tuturnya.

Sementara itu Kepala Badan Intelejen Negara Daerah (Kabinda) NTT, Daeng Rosada, mengatakan, HTI harus dibubarkan karena organisasi yang tidak berdasarkan Pancasila.

Apapun bentuknya ormas-orams yang ada jika tidak berdasarkan Pancasia, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika harus dibubarkan.

“Pada tanggal 9 bulan April kemarin kami telah gagalkan aksi HTI. Untuk keberadaan HTI di wilayah NTT ini ada tiga tempat yakni, Kota Kupang, Kabupaten Alor dan wilayah Flores,”katanya. (Mou/VoN).

Kota Kupang
Previous ArticleUmat Muslim dan Ormas Islam NTT Tolak Paham Radikalisme
Next Article Persekusi dan Kesadaran Hukum

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.