Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Cengkih di Kecamatan Ndoso Gagal Panen
Ekbis

Cengkih di Kecamatan Ndoso Gagal Panen

By Redaksi9 Juni 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Warga Kecamatan Ndoso saat acara di Paroki Waning
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT-Tahun 2017ini,  rupanya bukan musim keberuntungan bagi masyarakat petani di sejumlah desa di Kecamatan Ndoso, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar).

Pasalnya, petani yang bersandar pada tanaman cengkih di kecamatan itu gagal memanen.  Pemicunya cuaca tidak normal, sehingga menyebabkan cengkih tidak berbunga dan berbuah.

Sekretaris Camat Ndoso, Marsel Jehaban, Jumat (9/6/2017), mengatakan ada empat desa di Ndoso yang memiliki tanaman cengkih yang cukup banyak. Keempat desa itu yakni; Desa Waning, Momol, Ndoso, dan Desa Kasong.

“Hasil tanaman cengkih di Ndoso tahun ini berbeda pada tahun sebelumnya, ” katanya.

Tua Gendang Waning, Andreas Tagung mengatakan setiap tahun hasil panen cengkih rata-rata 200 Kg hingga 400 Kg untuk setiap Kepala Keluarga (KK). Namun pada tahun 2017 ini, cengkih di Desa Waning sama sekali tidak berbuah.

“Akibat petani di Waning tidak bisa panen cengkih, warga terpaksa fokus pada pengerjaan sawah agar kebutuhan beras tahun ini terpenuhi, “jelasnya.

“Ini mungkin pengaruh cuaca yang tidak menentu sehingga petani tidak panen cengkih, ” kata Tagung.

Warga Waning, Stefanus Jatul mengatakan jumlah KK di Desa Waning 320 KK. Rata-rata semua warga memiliki tanaman cengkih.

Selama ini di Waning, tanaman cengkih satu-satunya yang dapat membantu warga untuk membiaya pendidikan anak-anak mereka.

Menurutnya, bukan hanya cengkih yang tidak berbuah tahun ini, tanaman cokelat juga ikut gagal panen. Itu karena hama dan dimakan binatang liar seperti monyet.

“Semua warga akhirnya fokus kerja sawah untuk mengantisipasi kelaparan, ” kata Jatul.

Kepala Desa Kasong,  Dorteus Dadur mengatakan petani di desanya tidak memanen cengkih karena curah hujan cukup tinggi.

Karena itu, dia terpaksa mengarahkan masyarakat untuk ikut program pemberdayan dengan menggunakan dana desa.

Masyarakat disarankan untuk ikut aktif dalam pengerjaan infrastruktur desa untuk bisa menghidupi ekonomi keluarga dan pembiayaan lainnya.

“Curah hujan yang sangat tinggi di Desa Kasong sehingga cengkih tidak buah, ” katanya.  (Gerasimos Satria/VoN)

Manggarai Barat
Previous Article​Tingkatkan PAD, Pemdes Boru Bangun Pasar Senja
Next Article Tanah Tambak Garam di Waekoka Masih Bermasalah?

Related Posts

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.