Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Soal Rastra, DPRD Matim Sebut Lamba Leda Didiskriminasikan
Regional NTT

Soal Rastra, DPRD Matim Sebut Lamba Leda Didiskriminasikan

By Redaksi15 Juni 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Illustrasi (Foto: Tubasmedia)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Anggota DPRD Manggarai Timur (Matim), Mensi Anam menyebut masyarakat Kecamatan Lamba Leda mendapat diskriminasi dalam bantuan beras sejahtera (Rastra).

Hal itu ia disampaikan lantaran di tahun 2017, dari seluruh kecamatan di Matim hanya Lamaba  Leda yang mengalami pengurangan. Sementara kecamatan lain ada penambahan penerima Rastra.

“Kecamatan Lamba Leda selalu dikorbankan. Ada apa? Ko kecamatan lain jumlah penerima Rastra ada penambahan, sementara kecamatan Lamba Leda dikurangkan. Patut diduga ada indikasi diskriminatif oleh pemerintah,” kata Mensi kepada VoxNtt.com di Borong, Kamis (15/6/2017).

Dia menegaskan, di data itu juga terlihat jelas Kecamatan Kota Komba mendapatkan penambahan jumlah penerima paling banyak di tahun ini.

“Ini jelas sekali, semua bantuan selalu diutamakan di kecamatan ini. Semua jenis bantuan Kota Komba selalu dapat jatah besar. Pertanyaannya, apakah masyarakat di kecamatan lain sudah sejahtera dibandingkan Kota Komba?,” tanya Mensi.

Tidak hanya itu, kata politisi Hanura itu, bantuan rumah tidak layak huni juga kuota paling banyak di Kota Komba.

Data yang dihimpun VoxNtt.com, jumlah penerima per kecamatan di Matim antara lain ; Kecamatan Borong, jumlah KPM 2017 sebanyak 2.395 dari 2.290 pada tahun 2016. Penambahan secara kecamatan 105 KPM.

Kecamatan Kota Komba, 4328 tahun 2017, dari 3702 tahun 2016. Penambahan secara kecamatan sebanyak 628 KPM.

Kemudian, Kecamatan Elar, 1.764 tahun 2017, dari 1.348 tahun sebelumnya. Penambahan 416 KPM.

Kecamatan Poco Ranaka Timur, tahun 2017 sebanyak 2.884, dari 2.479 di tahu 2016. Penambahan kecamatan, 405 KPM.

Lalu, Kecamatan Rana Mese tahun 2017 sebesar 2.624 dari 2.283 di tahun 2016 Penambahan kecamatan 341KPM.

Selain itu, Kecamatan Elar Selatan di 2017 sebanyak 2.324, dari 2.039 tahun sebelumnya. Penambahan kecamatan 285 KPM.

Kecamatan Poco Ranaka tahun 2017 sebanyak 3.466, dari 2.904 di tahun 2016. Penambahan kecamatan 562 KPM.

Sementara itu, Kecamatan Lamba leda sebanyak 3.291 untuk tahun 2017, dari 3784 di tahun 2016. Pengurangan kecamatan 493 KPM.

Dari data ini, terlihat jelas bahwa dari semua kecamatan, hanya kecamatan Lamba Leda yang mengalami pengurangan jumlah KPM Rastra di tahun 2017. (Nansianus Taris/VoN)

 

Manggarai Timur
Previous ArticlePDIP Sikka Sebut An-Sar Belum Fokus Garap 3 Sektor Unggulan
Next Article Fraksi Demokrat Apresiasi Pasar Alok dan Unipa

Related Posts

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
Terkini

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.