Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»WTM dan Kiara Latih Perempuan Nelayan di Sikka
Regional NTT

WTM dan Kiara Latih Perempuan Nelayan di Sikka

By Redaksi24 Juni 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
WTM dan Kiara Latih Perempuan Nelayan di Sikka
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT-  Wahana Tani Mandiri (WTM) dalam kerja samanya dengan Koalisi untuk Keadilan dan Perikanan Rakyat (Kiara) mengadakan pelatihan kepemimpinan untuk perempuan nelayan di Kabupaten Sikka pada 20-22 Juni 2017.

Kegiatan dalam bentuk program Right to Food tersebut berlangsung di aula Puskolap P4S Jiro Jaro, Tana Li, Kecamatan Bhera. Pelatihan dihadiri oleh 31 peserta dari beberapa desa di pesisir pantai Kabupaten Sikka.

Desa dan  Kelurahan yang ikut kegiatan, yaitu: Waioti, Kota Uneng, Reroroja, Nangahale, Sikka, Lela, dan Mauloo.

Direktur WTM, Winfridus Keupung mengatakan selama ini nelayan selalu dilupakan dalam hal pendampingan karena kerja mereka selalu berada di laut.

Oleh karena itu, pelatihan dilakukan untuk mempersatukan dan meningkatkan kapasitas nelayan melalui kaum perempuan.

Dinas Pengendalian Penduduk keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Sikka, Konstantia Arankoja  dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada WTM dan Kiara yang sudah menyelenggarakan kegiatan pelatihan.

Konstantia menyatakan, dalam proses pendampingan pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Namun harus ada dukungan dari semua pihak, termasuk LSM yang ada di Kabupaten Sikka.

Perempuan kata dia harus berpikir lebih rasional karena sudah diberikan ruang untuk belajar menjadi pemimpin agar bisa membangun daerah Sikka.

Ia juga mengatakan pemerintahan sangat merespon baik perencanaan dari tingkat paling bawah. Sehingga diharapkan setelah mengikuti kegiatan, perempuan harus menginventarisasi kebutuhan nelayan.

Konstantia  menghimbau agar para nelayan harus mengikuti kegiatan Musrembang di desa masing-masing. Sebab, momen Musrenbang sangat tepat untuk menyampaikan keluhan dan kebutuhan agar diprogramkan oleh pemerintah.

 (Kontributor: Herry Naif, Program Manager Wahana Tani Mandiri Maumere/AA/VoN)

 

Sikka
Previous ArticlePerempuan Nelayan Sikka Dirikan Organisasi
Next Article Benny Harman Beri Sinyal Soal Calon Wakilnya di Pilgub NTT

Related Posts

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.