Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Jujur dengan Kondisi Anggaran, Ini Alasan Bupati Ngada Tolak Alokasi Dana untuk TdF
NTT NEWS

Jujur dengan Kondisi Anggaran, Ini Alasan Bupati Ngada Tolak Alokasi Dana untuk TdF

By Redaksi29 Juni 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Marianus Sae
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, Vox NTT-Bupati Ngada, Marianus Sae mengatakan Pemerintah Kabupaten Ngada saat ini tidak memiliki dana untuk kegiatan Tour de Flores (TdF).  

“APBD di tahun 2017 tidak ada item anggaran untuk TdF. Jujur, kita tidak memiliki dana itu, ” kata Bupati Marianus saat dihubungi Voxntt.com pada Rabu (27/6/2017) sore melalui telepon.

Dikatakan Bupati Marianus, dirinya  tidak mau menggunakan kekuasaan hanya untuk disenangi saja.

“Kalau untuk disenangi saja, saya bisa mendapatkan dana sebesar itu. Namun saya lebih memilih jujur, apa adanya demi kepentingan rakyat dari pada kepentingan kegiatan TdF” kata bupati dua periode itu.

Apalagi kata Marianus, jumlah dana yang disiapkan per kabupaten sebesar 1,5 miliar untuk kegiatan TdF. Jika ditotalkan seluruh kabupaten yang ada di Flores-Lembata maka dana yang dibutuhkan Tdf sebesar Rp 13 miliar lebih. 

“Tentunya dana itu tidak sedikit. Uang sebesar itu lebih baik dipakai untuk pemberdayaan ekonomi dan pariwisata rakyat atau membiayai program-program pembangunan di daerah yang berdampak langsung bagi masyarakat. Ketimbang untuk kegiatan TdF” beber Marianus.

Bupati Ngada menambahkan dalam pemikiran sederhana kegiatan Tdf sangat tidak berpengaruh pada perekonomian masyarakat yang ada di Flores. Karena peserta lebih mengejar waktu. ‎

‎Tour de Flores, lanjut Marianus adalah perjalanan wisata yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dari satu tempat ke tempat lain. Biasanya diselenggarakan oleh sebuah biro atau agen perjalanan pariwisata itu sendiri. 

“Bukan mereka datang jalan-jalan ke daerah kita terus kita yang membiayai mereka. Kan ini sangat tidak masuk akal bagi saya. Kita mau ambil uang dari pos mana?” tegasnya. (Arkadius Togo/VoN).‎

Ngada
Previous ArticleDituding Lakukan “Pembohongan Publik”, Ini Respon Bupati Nagekeo
Next Article Empat Suku Minta Bupati Elias Djo Maju Lagi di Pilkada Nagekeo

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.