Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Feature»Kota Labuan Bajo Darurat Air Bersih, Dimana PDAM Wae Mbeliling?
Feature

Kota Labuan Bajo Darurat Air Bersih, Dimana PDAM Wae Mbeliling?

By Redaksi4 Juli 20173 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Illustrasi kelangkaan air (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT-Warga Kelurahan Wae Kelambu dan Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) hingga kini belum menikmati air bersih PDAM Wae Mbeliling.

Padahal perusahan daerah yang mengurus air bersih itu sudah ada di Labuan Bajo sejak Kabupaten Manggarai Barat terbentuk.

Lurah Wae Kelambu, Markus Randu kepada VoxNtt. com, Selasa (04/07/2017) menuturkan dari 5. 000 lebih jiwa penduduk kelurahan tersebut, hanya sebagian orang saja yang menikmati Air PDAM Wae Mbeliling. Padahal pipa utama PDAM sudah ada di pinggir jalan di wilayah kelurahan Wae Kelambu.

Lurah Wae Kelambu, Markus Randu

“Ada Tiga lingkungan di kelurahan  Wae Kelambu yaitu, Sernaru, Wae Kelambu dan Lancang. Hanya Lingkungan Wae Kelambu seperti di Golo Koe saja yang nikmati Air PDAM Wae Mbeliling, itupun tidak semua warga Golo Koe, ” tutur Randu.

Warga yang tidak menikmati air PDAM terpaksa menggunakan air sumur dan air yang dibeli dari tangki dengan harga Rp 100 Ribu hingga Rp 150 Ribu/tangki.

Untuk lingkungan Sernaru sendiri, sumur bor yang dibangun beberapa tahun lalu sudah rusak, terpaksa warga kembali nebeng dengan sumur pribadi milik tetangga serta ada yang kembali membeli air tangki.

“Mau bagaimana lagi, sebagian warga bilangnya begini, Kantor PDAM ada di kelurahan kita, tapi kita susah mendapatkan air PDAM, ” katanya.

Randu berencana akan berkomunikasi dengan pihak PDAM Wae Mbeliling agar kebutuhan air bersih di kelurahannya terpenuhi.

Di Wae Kesambi dan Batu Cermin

Cerita yang sama juga terjadi di lingkungan Wae Kesambi dan Batu Cermin. Warga dua lingkungan itu terpaksa menggunakan air kali Wae Sambi dan Wae Tuak.

Dua mata air ini bersumber dari akar pohon Wae Sambi yang kemudian ditampung dalam Bak yang dibangun beberapa tahun lalu oleh warga dua lingkungan itu.

Di Wae Tuak sendiri, warga harus berebut-rebutan air karena sejumlah anak sekolah yang tinggal di kos-kosan seputar Batu Cermin juga mengandalkan air itu untuk keperluan mandi dan kebutuhan lainnya.

“Wae Tuak sudah memenuhi kebutuhan air untuk warga seputar Ketentang, Batu Cermin dan anak sekolah SMKN I Komodo, ” ujar Lamber Leke, warga seputar Batu Cermin.

Lamber mengatakan sampai saat ini di seputaran Ketentang dan Batu Cermin sendiri warga belum menikmati air bersih PDAM Wae Mbeliling.

Bagi yang mampu, kata dia, terpaksa membeli air tangki dan yang tidak mampu terpaksa konsumsi air Wae Tuak yang memiliki kadar kapur lumayan tinggi.

Di Seputar Rujab Bupati Mabar

Selain itu, di Desa Batu Cermin, wilayah yang krisis air bersih juga dialami warga seputaran rumah Jabatan Bupati Mabar.

Di lokasi ini, terdapat sejumlah bak penampung air dari proyek Sail Komodo tahun 2013 lalu di seputar rumah Jabatan Bupati.

Namun hingga kini bak penampung  tersebut tidak memiliki air. Proyek air bersih yang menelan miliar rupiah itu, kini baknya sudah mulai rusak.  Warga seputar Rujab Bupati Mabar terpaksa harus membeli air tangki. Sementara anak sekolah yang tinggal di sejumlah kos-kosan seputar wilayah itu terpaksa datang mengambil air di Wae Tuak dan sumur Bor di Ketentang dengan jalur tempuh 1 km. (Gerasimo Satria/VoN).

Manggarai Barat
Previous ArticleBupati Ray Fernandes Tegaskan Kontraktor yang Bermasalah Wajib Dipecat
Next Article Pemdes Birawan Flotim Lindungi Terumbu Karang Melalui Perdes

Related Posts

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.