Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Bagaimana Meretas Problem Pendidikan di NTT?
HEADLINE

Bagaimana Meretas Problem Pendidikan di NTT?

By Redaksi26 Juli 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Robert Marut (Foto;Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Voxntt.com – Selama beberapa tahun terakhir, Nusa Tenggara Timur (NTT) selalu menempati urutan terakhir jumlah kelulusan ujian nasional (UN), baik untuk Sekolah Menengah Pertama maupun untuk Sekolah Menengah Atas.

Ada banyak faktor yang menyebabkan hal ini, termasuk misalanya guru untuk mata pelajaran yang masuk di dalam UN sangat terbatas, dari segi jumlah dan  kapasitas atau kualitas.

Sebaran guru-guru yang berlatar belakang pendidikan pada bidang pengajarannya juga tidak proporsional dengan pelajaran yang diajarkan di semua sekolah.

Robert Soter Marut, salah satu calon gubernur NTT periode 2018-2023 mengatakan, untuk mengatasi fakta ini, pemerintah seyogyanya memikirkan langkah-langkah terobosan.

Dalam rangka meningkatkan kelulusan setiap sekolah, kata dia, perlu mendukung peningkatan jumlah dan mutu pengajaran guru-guru sesuai bidang studinya masing-masing.

“Hal ini bisa dilakukan dengan menyediakan program pelatihan reguler untuk guru-guru,” katanya, Rabu, 26 Juli 2017.

Upaya lain, jelas dia, adalah mendukung pengadaan fasilitas belajar-mengajar, seperti buku-buku bacaan serta mengefektifkan pelaksanaan program Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Dari segi manajemen, perlu memisahkan manajemen sekolah dari sistem pengajaran sekolah,” tandas Robert.

Langkah lain, jelas dia, adalah peningkatan jumlah dan kualitas guru. “Konkretnya adalah dengan mendukung fakultas atau jurusan pendidikan guru di beberapa universitas yang ada di NTT di bawah pengawasan universitas-universitas nasional dan Universitas Nusa Cendana,” ungkapnya.

Pada jangka pendek, menurut dia, membentuk tim khusus yang menjadi penatar atau pelatih guru-guru bidang matematika, science, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia di bawah koordinasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Ia juga menekankan pentingnya menambah jumlah sekolah kejuruan di masing-masing kabupaten/kota sesuai dengan orientasi pembangunan kabupaten/kota.

“Misalnya dengan mendirikan sekolah menengah pariwisata, sekolah menengah perikanan dan kelautan, sekolah menengah pertanian, peternakan, industri kecil dan teknik,” katanya.

“Universitas-universitas yang ada perlu didukung untuk mengembangkan jurusan yang menghasilkan tenaga pengajar di semua sekolah-sekolah kejuruan,” lanjut Robert.

Untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat, kata dia, pemerintah perlu mendirikan pusat-pusat pelatihan ketrampilan, yang mencakup, pertanian, peternakan, industri kecil, perikanan, manajemen usaha kecil dan menengah serta anajemen keuangan mikro.

“Setiap warga masyarakat desa dan kota didorong untuk mengikuti pendidikan di pusat-pusat pelatihan tersebut sesuai dengan bidang minatnya masing-masing,” katanya.

Sejumlah gagasan tersebut, kata Robert, akan mudah dilaksanakan jika pemerintah bekerjasama dengan universitas-universitas atau perguruan tinggi-perguruan tinggi dan dengan lembaga swadaya masyarakat yang ada di NTT atau yang ada di daerah-daerah lain di luar NTT yang berminat bekerja di NTT. (VoxNTT)

Kota Kupang
Previous ArticleAir PDAM Tidak Jalan, Ratusan Warga Borong Ramai Mandi di Kali Wae Bobo
Next Article Semrawut, Pedagang Minta Pasar Halilulik Ditata

Related Posts

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

LBH GAMKI NTT Buka Layanan Konsultasi Hukum Gratis untuk Masyarakat

3 Juni 2026

Kasus Dugaan Penggelapan Dokumen PH Tanah 10 Hektare di Kupang Berakhir Damai

2 Juni 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.