Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Peserta Jelajah Sepeda Kompas ini Kagum dengan Wae Rebo
HEADLINE

Peserta Jelajah Sepeda Kompas ini Kagum dengan Wae Rebo

By Redaksi17 Agustus 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Tempat pariwisata Wae Rebo (Foto: happyfitdiary)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT-Peserta jelajah Sepeda Kompas,  Diah Kusumo Dewi merasa kagum dengan keindahan kampung adat Wae Rebo di Kecamatan Satamese Barat, Kabupaten Manggarai.

Kegaguman  itu disampaikan Diah Kusumo Dewi di Labuan Bajo, Kamis (17/8/2017) usai tiba di Finish Etape Jelajah Sepeda Kompas di Pulau Flores.

Dia mengatakan dari seluruh obyek wisata yang dikunjungi oleh 52 peserta  pejelajah Sepeda Kompas di Flores hanya Wae Rebo yang indah.

“Saya jatuh cinta dengan Wae Rebo dan akan kembali kesana bersama keluarga nanti kalau libur, ” ujar Dewi.

Perempuan yang bekerja pada salah satu perusahan BUMN di Jakarta itu merasa kagum dengan Wae Rebo karena kampung adat yang masih menjaga keaslian budaya dan adat istiadat.

“Apalagi dengan keramahan masyarakat Kampung Wae Rabo, ” katanya.

Peserta Jelajah Sepeda Kompas, Diah Kusumo Dewi

Dia mengaku akan menceritakan keindahan Wae Rebo kepada teman-teman kerja dan keluarga di Jakarta.

Menurutnya, yang menjadi perhatian di Wae Rebo adalah infrastruktur jalan dari Ruteng menuju Wae Rebo.

Dia berharap agar pemerintah segera memperhatikan infrastruktur menuju Wae Rebo itu.

“Jalan menuju Wae Rebo mesti diperbaiki. Tapi jalan kaki berkilo-kilo, terobati dengan keindahan Kampung Wae Rebo, ” tuturnya.

Atmaji, peserta dari Jakarta juga mengaku kagum dengan keindahan Wae Rebo. Dia berharap agar masyarakat Wae Rebo untuk terus menjaga kampung itu.

“Dari seluruh obyek wisata, Wae Rebo yang Top, ” ujarnya.

Pemimpin Redaksi (Pemred) Harian Kompas,  Budiman Tanuredjo mewakili panitia pejelajah Sepeda Kompas berjanji akan mempromosikan Kampung Wae Rebo melalui Media milik Kompas Grup seperti Harian Kompas, Kompas. com dan Kompas TV.

Tanuredjo mengaku masyarakat Kampung Wae Rebo mengaku merasa tidak diperhatikan oleh Pemerintah terkait infrastruktur di Kampung adat itu.

“Tua adat Kampung Wae Rebo, Pak Alex meminta agar Wae Rebo diperhatikan oleh Pemerintah, ” kata Tanuredjo.  (Gerasimos Satria/AA/VoN)

Manggarai Barat
Previous ArticleDi Ruteng, Keberadaan Visitator Apostolik Dirahasiakan
Next Article Sebanyak 129 Napi di Belu Dapat Remisi di HUT RI ke-72

Related Posts

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

Kades Golo Riwu Luncurkan Program “Investor Serbu Desa”, Andalkan Porang Hadapi Risiko Krisis 2026

3 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.