Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»SMA Negeri 1 Waigete Sikka Butuh Tambahan Guru dan Sarana Pendidikan
Regional NTT

SMA Negeri 1 Waigete Sikka Butuh Tambahan Guru dan Sarana Pendidikan

By Redaksi26 Agustus 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Waigete, Wenslaus Mando, SPd
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, VoxNtt.Com- SMA Negeri 1 Waigete, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka masih membutuhkan tambahan tenaga pengajar dan sarana pendidikan.

Hal ini disampaikan Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Waigete, Wenslaus Mando kepada VoxNtt.com, Kamis (24/8/2017) di SMA Negeri 1 Waigete. Menurutnya, guru di sekolah yang berdiri sejak 2012 tersebut masih kurang terutama guru PNS.

“Kami butuhan tambahan 3 guru. Dari 31 guru dan pegawai hanya 6 orang PNS,” terang Wenslaus.

Selama ini para guru honor komite dibiayai dengan uang komite dengan besaran upah antara Rp 500.00 – Rp 900.000 per bulan.

Pihaknya tidak bisa menaikkan uang sekolah yang saat ini sebesar Rp 1.500.000 per tahun. Saat ini jumlah siswa SMAN Negeri 1 Waigete  sebanyak 205 orang yang terbagi ke dalam 9 kelas.

Meskipun demikian sebenarnya teradapat 11 ruangan kelas. Ia mengaku sekolah tersebut membutuhkan ruangan kantor sekolah, laboratorium komputer dan MCK untuk siswa.

“Selama ini kami sudah ajukan proposal untuk minta itu tetapi tidak pernah dipenuhi. Kami hanya dberikan ruangan kelas,” ujarnya.

Ketua Komite Sekolah, Blasisus Bapan mengaku kecewa. Dirinya telah menghibahkan tanah kepada negara untuk dibangun sekolah. Akan tetapi, ia menilai pemerintah sepertinya tidak serius mengurus sekolah tersebut.

“Demi membawa terang untuk anak-anak di sini saya hibahkan lahan untuk 2 sekolah yakni untuk SMA Negeri 1 Maumere dan SMP Satap Waigete. Bahkan saya korbankan 850 pohon jati yang ada dilahan untuk ditebang. Masa bangun MCK saja susah sekali kami harus tunggu bertahun-tahun,”  ujarnya kepada media ini, Kamis (24/8/2017) di SMA Negeri 1 Waigete.

Terkait keluhan kebutuhan guru tersebut, Kepala Seksi SMK pada UPT Wilayah XI Dinas Pendidikan Provinsi NTT, Lambertus Buda mengatakan pihak sekolah perlu mengajukan permohonan kepada UPT.

Selanjutnya UPT akan meninjau berdasarkan analisis kebutuhan guru di Sikka.

“Kami sudah lakukan analisis terkait itu,” ujar Lambertus usai dialog bersama para siswa dan guru pada Kamis (24/8/2017).

Sikka
Previous ArticleAntologi Puisi Ardi Suhardi-Catatan Redaksi oleh Hengky Ola Sura
Next Article Inilah Penyebab Kemarau Tahun ini Terasa Lebih Panas

Related Posts

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.