Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Desa Hebing Resmi Miliki Perdes Perlindungan Mata Air
HEADLINE

Desa Hebing Resmi Miliki Perdes Perlindungan Mata Air

By Redaksi14 September 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi mata air 'Wair Tena' di Desa Hebing, Kecamatan Mapitara, Kabupaten Sikka (Foto: Are/VoxNTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, VoxNtt.Com- Pemerintahan dan masyarakat Desa Hebing, salah satu desa yang berbatasan dengan kawasan hutan lindung Egon Ili Medo di Kecamatan Mapitara, Kabupaten Sikka menyadari kondisi sejumlah mata air di tersebut yang semakin memburuk.

Oleh karena itu, secara bersama-sama mereka melahirkan Perdes Perlindungan Lingkungan. Setelah melalui konsultasi dan perbaikan pada Bagian Hukum Setda Sikka, perdes tersebut akhirnya diregistrasikan dengan Nomor Register 03 pada Bagian Hukum pada Selasa (5/9/2017) lalu.

Ruang lingkup dari Perdes Perlindungan Mata Air Desa Hebing meliputi perlindungan kawasan mata air, kelembagaan, hak dan kewajiban, penyelesaian sengketa, larangan, sanksi dan penghargaan.

Selanjutnya, Pemerintah Desa telah mengundangkan Perdes Nomor 3 Tahun 2017 tentang Perlindungan Mata Air Desa Hebing pada Rabu (6/9/2017) lalu.

Perdes ini dirancang oleh tim perancang yang berasal dari sejumlah elemen dalam masyarakat desa setempat dengan pendampingan dari Konsultan Hukum Wahana Tani Mandiri (WTM), Yohanes Suban Kleden, SH yang difasilitasi oleh Burung Indonesia dan CEPF.

Koordinator Program WTM, Heribertus Naif mengapresiasi semangat masyarakat untuk mewujudkan regulasi yang mengatur perindungan mata air di wilayah tersebut. Dirinya berharap Perdes Nomor 3 Tahun 2017 tersebut tidak hanya menjadi dokumen mati.

Menurutnya Perdes Perlindungan Mata Air tersebut dapat membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan sumber daya alam termasuk mata air.

Selain itu, dengan kehadiran perdes diharapkan ada budaya baru untuk patuh terhadap perdes tersebut.

“Debit mata air menurun karena ada illegal logging dan perluasan areal tanam masyarakat tanpa diimbangi dengan upaya konservasi. Bila hak dan kewajiban serta sanksi dan penghargaan sebagaimana diatur dalam perdes ini dilaksanakan tentunya mata air di Hebing akan terlindungi dan bermanfaat bagi masyarakat,” terangnya kepada VoxNtt.Com di kantornya pada Rabu (13/9/2017). (Are De Peskim/VoN).

Sikka
Previous ArticleHipermata Diharapkan Jadi Pelopor Perubahan di Tana Ai
Next Article Polres Mabar Tangkap Enam Penjudi Kartu Yoker di Gang Pengadilan

Related Posts

Cakades Termuda di Pilkades Wewa, Yohanes Dedipati Usung Desa MAJU

8 Agustus 2026

Fandis Nggarang Kritik Dugaan “Cawe-Cawe” Alumni dan Politik Uang dalam Kongres PMKRI

23 Juli 2026

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026
Terkini

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Kolang FC Hantam Wae Mata FC 6-1 di PSSI Manggarai Barat Cup II

12 Agustus 2026

Krisna FC Menang 2-0 atas Menjaga FC di PSSI Manggarai Barat Cup 2026

11 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.