Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NASIONAL»Demi Selamatkan KPK, Ini Anjuran BKH untuk Presiden
NASIONAL

Demi Selamatkan KPK, Ini Anjuran BKH untuk Presiden

By Redaksi15 September 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Vox NTT-Politisi Partai Demokrat, Benny K Harman (BKH) menganjurkan agar Presiden Joko Widodo bisa menjinakkan parpol pendukungnya yang ada di pansus hak angket KPK guna menyelamatkan komisi anti rasuah itu dari ancaman pembekuan.

Hal itu disampaikan BKH dalam diskusi yang digelar PARA Syndicate di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (15/9/2017).

Menurut BKH, pansus angket KPK saat ini semuanya berasal dari Partai pendukung pemerintah. 

“Jika Presiden tidak bisa menjinakkan partai-partai ini, kami yang mendukung KPK dan bahkan rakyat Indonesia secara umum  akan sulit mendapatkan kejelasan sikap Presiden. Apakah Presiden benar-benar mendukung KPK atau seperti yang dilontarkan oleh beberapa anggota Pansus untuk membekukan dan bahkan membubarkan KPK?” tanya BKH seperti dilansir kabarnusantara.net.

Namun Benny mengatakan bahwa Presiden nampaknya berada dalam posisi terjepit antara desakan rakyat atau tekanan dari partai politik pendukungnya di pansus. 

Di satu sisi, presiden akan mengambil langkah aman dengan menerima rekomendasi dari pansus hak angket KPK.

Namun di sisi lain presiden juga ingin menegaskan komitmen pemberantasan korupsi dengan tidak mengeluarkan keputusan yang berujung pada pelemahan KPK.

BKH juga sering bertanya mengapa kelompok-kelompok intelektual sering diam? 

Dimana para aktivis mahaiswa dan LSM? Mengapa semua diam? Kemana kelompok-kelompok kritis selama ini? 

“Ketika banyak kelompok memilih diam dengan berbagai pergulatan dan dinamika politik di republik ini, sesungguhnya republik ini republik mati,”ujarnya mengakhiri pembicaraan. (VoN).

Previous ArticleMath Sakeus, Menginspirasi Lewat Lukisan
Next Article Antologi Puisi Djawar Abdoel Aziz Hamid-Catatan Redaksi Oleh Hengky Ola Sura

Related Posts

Astra Tandang Apresiasi Political Will Pemerintah dan DPR Sahkan RUU PPRT

22 April 2026

Benny Harman Dorong Pembentukan Lembaga Independen Pengelolaan Hasil Perampasan Aset

7 April 2026

Benny Harman: Kasus Penyiraman Andrie Yunus Bukan Pidana Biasa

5 April 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.