Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX GURU»Inspektorat Matim Diminta Cepat Selesaikan Kasus Dugaan Penggelapan Dana PIP di SDI Wae Paci
VOX GURU

Inspektorat Matim Diminta Cepat Selesaikan Kasus Dugaan Penggelapan Dana PIP di SDI Wae Paci

By Redaksi27 September 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kantor Inspektorat Matim (Foto: Nansianus Taris/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Inspektorat Manggarai Timur (Matim) diminta cepat dan profesional dalam menyelesaikan kasus dugaan pungli dan penggelapan dana bantuan PIP oleh Kepsek SDI Wae Paci, Mateus Nabu pada tahun 2015 dan 2016 yang lalu.

Benediktus Djau, orangtua murid SDI Wae Paci kepada VoxNtt.com melalui telepon seluler, Rabu (27/9/2017) mengatakan sejak kasus ini dilaporkan dan mencuat ke publik, Kepsek Mateus Nabu tidak pernah menjalankan tugasnya di sekolah.

“Tolong kasus ini cepat diselesaikan. Karena selama ini Kepala Sekolah tidak tidak menjalankan tugas sebagai kepala sekolah,” ujar Beni

Dia mengatakan, pasca bergulirnya kasus pungli dan penggelapan dana PIP itu dua bulan lalu, guru dan siswa di SDI Wae Paci banyak mengalami kekurangan fasilitas.

“Alat tulis seperti kapur tidak diperhatikan. Semua guru mengeluh,” tegas Beni selaku juru bicara orangtua siswa SDI Wae Paci itu.

Dia menegaskan jika memang inspektorat Matim tidak mampu lagi menyelesaikan kasus ini, maka segera melimpahkan ke Tipikor Polres Manggarai.

Upaya pelimpahan itu penting dilakukan agar kasus itu cepat tuntas dan menemukan titik terang.

“Mengapa kasus ini diulur-ulur. Jangan sampai ada permainan antara pihak inspektorat, dinas PPO dan Kepala Sekolah. Habis dengan kata tunggu dan tunggu saja. Ini sudah dua bulan. Kapan selesainya. Sekarang murid dikorbankan,” tegas Beni. (Nansianus Taris/AA/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticleSejumlah Pejabat Pemkab Mabar Kembali Diperiksa Terkait Lando-Noa
Next Article Orang Tua Murid Desak Dinas PK Matim Segera Gantikan Kepala SDI Wae Paci

Related Posts

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

Jalan Terbelah akibat Tanah Bergerak di Rana Poja Manggarai Timur, Warga Minta Pemerintah Atasi

2 Maret 2026

Viral Warga Meninggal saat Rujukan, Dinas PUPR Matim Akui Akses Jalan Rusak ke Puskesmas Belum Tertangani

27 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.